Tawuran Manggarai: Ada Pesan Berantai dan Letusan Suar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang-orang yang terlibat tawuran Manggarai ternyata saling memberi pesan saat akan tawuran. Sebelum tawuran terjadi, ada pesan berantai dan letusan suar yang menjadi penandanya.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua RW 05 Manggarai Isnu Dwi Haryanto. "Selalu ditandai dengan pesan berantai dan letusan suar," kata dia, Jumat, 6 September 2019.

    Dalam sepekan ini, sudah tiga kali peristiwa tawuran terjadi. Pertama pada Senin sore, 2 September, Selasa dini hari, 3 September dan puncaknya pada Rabu sore, 4 September lalu.

    Adapun pihak yang terlibat tawuran ada tiga kelompok, yaitu warga Tambak dan Megazen, Tebet (Jakarta Selatan) dan warga Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.

    Isnu bercerita, pada kejadian tawuran Rabu lalu, lima jam sebelum tawuran, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat telah menerima pesan berantai melalui WhatsApp. Isinya menyampaikan akan terjadi penyerangan pukul 17.00. "Saya membaca pesan itu dari salah satu warga yang ikut terlibat tawuran jam 13.00 WIB," kata dia.

    Menurut Isnu, tujuan dari letusan suar dan dorlok (senapan buru dengan peluru gotri) adalah untuk memancing kedatangan lawan. Suara letusan itu berasal dari warga Menteng Tenggulun untuk memancing kedatangan massa dari warga RW 05, RW 06 dan RW 12 Manggarai.

    Tawuran pun pecah di sekitar rel stasiun Manggarai, sampai kemudian meluas ke JPO Jayakarta, Manggarai. Dalam peristiwa itu, kelompok yang terlibat tawuran saling melempar batu dan membawa senjata tajam.

    Polisi dan TNI pun bergerak dengan melakukan penyisiran pada Jumat, 6 September lalu di permukiman Megazen. Hasilnya ada belasan orang yang ditangkap. Lima orang diantara yang ditangkap masih di bawah umur. Mereka kedapatan membawa senjata tajam.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama mengatakan polisi akan mendalami soal hubungan antara peredaran narkoba dengan para pelaku tawuran Manggarai. "Bisa jadi masyarakat Manggarai tersebut tidak bisa dikendalikan atau menjadi brutal mungkin salah dampak dari penggunaan narkoba. Korelasi tersebut antara peredaran dengan tawuran masih kita dalami," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.