Ganjil Genap, Pengendara: Beralih Angkutan Umum Tak Efektif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menindak pelanggaran aturan ganjil genap yang dibarengi dengan sanksi hukum di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Senin sore 9 September 2019.  TEMPO/MUH HALWI

    Petugas menindak pelanggaran aturan ganjil genap yang dibarengi dengan sanksi hukum di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Senin sore 9 September 2019. TEMPO/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada penerapan perluasan ganjil genap pada hari pertama, kepolisian melakukan penilangan terhadap 941 pelanggar pada shift pertama Senin pagi, 9 September 2019. Meski sudah ditilang, dari pengakuan sejumlah pelanggar, penerapan kebijakan itu belum membuat mereka selaku pengguna kendaraan pribadi ingin beralih menggunakan angkutan umum.

    Salah satunya adalah Ferry, 42 tahun, warga Tangerang. Ia yang ditilang di di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara mengaku justru akan membeli mobil baru lagi untuk menyiasiasati ganjil genap.

    "Siasatnya ya beli mobil satu lagi. Kalau angkutan umum tidak efektif, lebih memilih naik kendaraan pribadi karena lebih cepat aja," kata Ferry, Senin, 9 September 2019.

    Ferry mengaku tidak mengetahui aturan ganjil genap tersebut karena berasal dari wilayah luar Jakarta. Saat ditilang karena menggunakan pelat nomor genap di tanggal ganjil, ia ke luar tol hendak menuju Jakarta Pusat melintasi Jalan Gunung Sahari.

    Pelanggar lainnya, Hasta Mulyawan, 72 tahun, megatakan akan tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi karena keperluan usaha jualan yang dijalaninya. "Saya wirausahawan bawa barang ke mana-mana jadi tidak bisa naik angkutan umum juga," kata dia.

    Strategi yang digunakan Hasta agar terhindari dari tilang ganjil genap adalah beraktivitas pada saat jam operasi ganjil genap berakhir.

    Hari pertama penerapan perluasan ganjil genap pada shift pertama mulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB sebanyak 215 unit kendaraan ditilang oleh petugas karena melakukan pelanggaran.

    Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Benhard Hutajulu mengatakan ruas Jalan Gunung Sahari merupakan salah satu ruas jalan yang menerapkan ganjil genap sesuai Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap. Dengan adanya ganjil genap, kata dia, seharusnya mendorong agar masyarakat menggunakan transportasi angkutan umum sehingga dapat menurunkan polusi wilayah Jakarta. "Selain lalu lintas lancar karena volume kendaraan pribadi berkurang, polusi juga ikut berkurang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe