Pemutusan Serat Optik di Cikini Juga Ganggu Jaringan Telepon

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengayuh sepedanya melintas di Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya-Pramuka dan Jalan Kramat Raya-Salemba. ANTARA/Galih Pradipta

    Seorang pria mengayuh sepedanya melintas di Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya-Pramuka dan Jalan Kramat Raya-Salemba. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemutusan kabel serat optik di Jalan Cikini Raya, turut berimbas terhadap jaringan telpon milik PT Telkom. Pemutusan jaringan telpon milik PT Telkom itu dirasakan tiga nomor telpon perusahaan digital printing PD Indah Jaya yang berada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

    "Tiga line nomor telpon kami mati sejak 21 Agustus lalu karena pemotongan kabel di trotoar Jalan Cikini," kata pemilik PD Indah Jaya, Rendi Kusnadi saat ditemui di tempat usahanya, Selasa, 10 September 2019.

    Rendi mengatakan telah mengeluhkan pemutusan jaringan telpon itu langsung ke PT Telkom. Perusahaan telekomunikasi itu pun meminta maaf dan hanya bisa menyambungkan satu nomor telepon perusahaannya.

    Sedangkan, sambungan dua nomor lainnya belum bisa diaktifkan karena menunggu penyelesaian pembangunan trotoar. Sebagai kompensasinya, kata Rendi, PT Telkom menyatakan bakal membebaskan biaya atau tagihan dua nomor telpon yang mati tersebut. "Kami jadi terkendala karena pelanggan menghubungi nomor itu," kata dia.

    Selain itu, kata Rendi, dampak dari pemotongan kabel di Jalan Cikini Raya adalah putusnya jaringan internet. Dua provider yang menjadi langganan internet PD Indah Jaya mengalami gangguan, yakni My Republik dan Biznet. "Bahkan, Biznet sudah satu bulan mati, dan dijanjikan aktif kembali setelah pembangunan trotoar selesai," ujarnya.

    Rendi kecewa terhadap pemutusan kabel yang menyambungkan internet ke perusahaannya karena tidak ada pemberitahuan. Informasi pemutusan tersebut baru diketahui setelah dirinya menghubungi provider. "Seharusnya kami diberitahu kalau mau ada pemutusan," ujarnya. "Pemutusan ini merugikan usaha kami karena percetakan kami juga mengandalkan jaringan internet."

    Pemutusan kabel serat optik tersebut merupakan imbas dari revitalisasi trotoar yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan bahwa pihaknya sudah memberikan tenggat waktu kepada Apjatel untuk memindahkan perangkat mereka yang terimbas proyek tersebut. Namun sejumlah anggota Apjatel disebut terus menunda memindah kabel serat optik mereka hingga akhirnya terkena pemotongan. Atas adanya pemutusan ini, Apjatel melayangkan somasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.