Perluasan Ganjil Genap, Jumlah Pengguna Transjakarta dan KRL Naik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Besar Bogor, Ahad, 9 Juni 2019. VP Corporate Comunication PT KCI Anne Purba mengatakan pada hari pertama libur Lebaran 2019, jumlah penumpang KRL Commuter Line naik. ANTARA/Arif Firmansyah

    Sejumlah penumpang memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Besar Bogor, Ahad, 9 Juni 2019. VP Corporate Comunication PT KCI Anne Purba mengatakan pada hari pertama libur Lebaran 2019, jumlah penumpang KRL Commuter Line naik. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Transportasi Jakarta mencatat ada kenaikan jumlah penumpang pada hari pertama penerapan perluasan ganjil genap. Jumlah penumpang pada Senin, 9 September itu, jumlah penumpang Transjakarta mencapai 892 ribu orang.

    "Kemarin rekor baru, mencapai 892 ribu penumpang," kata Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, Selasa, 10 September 2019.

    Agung mengatakan peningkatan jumlah penumpang sebetulnya sudah mulai terjadi sejak masa uji coba aturan ganjil genap diperluas. Namun, setelah penerapan, jumlah penumpang kembali meningkat. "Masa uji coba rata-rata penumpang 840 ribu per hari," ujarnya.

    Adapun, realisasi rata-rata penumpang Transjakarta sebelum sosialisasi ganjil genap pada April 2019 sempat menyentuh angka tertinggi sebanyak 773.816 penumpang perhari. Ke depannya, Agung optimistis Transjakarta dapat menembus 1 juta penumpang seiring dengan usaha terus memperluas cakupan rute jalan.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengklaim jumlah pengguna angkutan umum mencapai 1 juta orang pada hari pertama perluasan ganjil genap.

    Senada dengan Transjakarta, peningkatan jumlah penumpang imbas perluasan ganjil genap juga terjadi pada KRL. Jumlah penumpang KRL pada hari pertama perluasan ganjil genap mencapai 1.034.210 pengguna.

    Meski jumlah tersebut tidak berbeda jauh dibandingkan Senin pekan sebelumnya, Juru bicara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Silvyanne Purba mengatakan, secara garis besar, jumlah harian tersebut mengalami peningkatan 7,4 persen dibanding jumlah rata-rata harian penumpang sepanjang tahun 2019. "Sepanjang 2019 tercatat rata-rata penumpang harian sejumlah 913.072 orang," ujarnya.

    Sementara itu, lonjakan penumpang tidak terjadi pada penggunaan MRT. Pada Senin lalu, jumlah penumpang MRT hanya mencapai 86.000 orang. Angka tersebut tidak bertambah walaupun peraturan ganjil genap telah resmi diterapkan dengan tujuan mengurangi kendaraan mobil dan menekan warga menggunakan transportasi umum.

    Namun, Juru bicara PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin memastikan jumlah penumpang akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. "Kami akan tingkatkan lagi promosi untuk ganjil genap ini walaupun hari pertama masih sama," kata dia.

    Sejak Senin, 9 September 2019, aturan perluasan ganjil genap sudah diterapkan secara resmi. Aturan ganjil genap kini diterapkan di 25 ruas jalan di ibu kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe