Hindari Ranting, Bus Transjakarta Ringsek Tabrak Separator Beton

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi bus Transjakarta setelah menabrak separator busway di depan gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Lani Diana

    Kondisi bus Transjakarta setelah menabrak separator busway di depan gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu unit bus Transjakarta menghantam Movable Concrete Barrier (MCB) atau separator beton di dekat halte Harapan Jaya arah ke Pluit, Jakarta Barat, Rabu pagi, 11 September 2019. Kecelakaan terjadi setelah sopir bus hendak menghindari ranting pohon.

    Alhasil, bus dengan nomor badan Tj 279 itu ringsek di beberapa bagian. “Kerusakan di bodi samping kiri depan hancur, pintu darurat rusak, bodi depan rusak, pecah ban, kaca spion rusak, dan kaca samping bagian atas pecah,” kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo, Rabu. 

    Nadia menjelaskan, saat itu bus yang baru keluar dari pool di Cawang UKI, Jakarta Timur, belum mengangkut penumpang. Bus sedianya akan menuju titik awal pengangkutan penumpang di Halte Slipi Kemanggisan, Jalan S. Parman, Palmerah, Jakarta Barat.

    Sekitar pukul 06.30 WIB, sebelum sempat mengangkut penumpang, bus tersebut menabrak separator tepat di depan Wisma Bisnis, Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Adapun pihak TJ telah mengevakuasi bus tersebut ke pool Cawang UKI sekitar pukul 08.10 WIB.

    Kabar tabrakan yang dialami bus Transjakarta tersebut juga sempat dicuitkan oleh akun Twitter resmi @TMCPoldaMetro pada pukul 06.36 WIB. Dalam cuitan tersebut, terlihat foto kondisi bus yang sudah ringsek. Akibat kecelakaan itu, lalu lintas di Slipi arah ke Tomang sempat tersendat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.