Aktivis ICW Pastikan Maju Pilkada Tangerang Selatan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan. TEMPO/Ratih Purnama

    Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan. TEMPO/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan memastikan akan maju dalam Pilkada Tangerang Selatan tahun depan. Ade, yang berasal dari kalangan profesional mengatakan alasannya ingin menduduki kursi wali kota karena ingin memperbaiki tata pemerintah di Tangsel.

    "Karena tata kelola pemerintahan ini merupakan modal mewujudkan pemerintahan yang baik. Selama ini percuma ada program bagus kalau tata kelolanya ga bagus," ujar Ade kepada Tempo, Rabu, 11 September 2019.

    Ade menjelaskan banyak ilmu mengenai tata kelola wilayah yang ia pelajari dari ICW. Ilmu itu ia dapat karena ICW selama ini tak hanya membongkar kasus korupsi di daerah saja, tetapi juga melakukan pendampingan ke pemerintah dan kementerian untuk memberi masukan soal program.

    "Jadi misal ada satu program di kementerian atau daerah, kami biasa beri masukan agar program bisa berjalan dengan baik," ujar dia.

    Soal kendaraan politik, saat ini Ade tengah menyasar dua partai yang kemungkinan akan mengakomodasinya dalam Pemilihan Wali Kota Tangsel tahun 2020, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia. Kedua partai ini ia sebut tengah membuka pendaftaran untuk masyarakat yang akan ikut kontestasi tersebut.

    "Sudah ada diskusi dengan kedua partai soal ini," kata Ade.

    Selain Ade, beberapa tokoh lain juga berniat bertarung dalam Pilkada Tangerang Selatan. Antara lain Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, anak dari Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, dan istri mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Nur Asia. Mengenai para kompetitornya itu, Ade mengaku optimistis dan tak gentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.