Selang Gas Bocor Sebabkan Kebakaran di Bekasi, Satu Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah tabung gas rusak terlihat berada di sekitar area kebakaran, diduga ledakan kompor gas menjadi penyebab kebakaran. Makassar, 24 Juni 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sebuah tabung gas rusak terlihat berada di sekitar area kebakaran, diduga ledakan kompor gas menjadi penyebab kebakaran. Makassar, 24 Juni 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bekasi - Satu orang tewas dalam kebakaran di sebuah rumah toko di Jalan Raya Asem RT 03 RW 06, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi pada Rabu sore, 11 September 2019. Korban, ibu rumah tangga pemilik rumah tewas terpanggang.

    Kepala Seksi Rencana Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Yana Rahyana mengatakan, peristiwa bermula ketika korban sedang memasak di dapur. Selang gas yang menghubungkan tabung gas elpiji tiga kilogram dengan kompor yang sedang digunakan diduga bocor.

    "Gas yang bocor dari selang menyambar ke api di kompor," ujar Yana ketika dikonfirmasi pada Kamis pagi, 12 September 2019.

    Kobaran api membuat membuat korban syok hingga jatuh pingsan. Suaminya, Dedi, kata Yana, berupaya menolong istrinya yang tergeletak di dapur. Namun upayanya gagal karena besarnya kobaran api.

    Bahkan Dedi mengalami cedera akibat tersambar api. "Suaminya luka bakar, sudah mendapatkan perawatan di klinik," ujar Yana.

    Yana menambahkan, proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit saja menggunakan tiga unit mobil pemadam milik pemerintah dan swasta. Adapun korban ditemukan tewas dalam posisi telentang di dapur. Jenazah lalu dievakuasi ke rumah sakit umum.

    "Kami mengimbau masyarakat mengecek peralatan memasak secara berkala, dan menggunakan alat berstandar nasional untuk mencegah terjadi kebakaran seperti ini," ujar Yana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.