Ikut Perangi Polusi Udara, Transjakarta Akan Tambah 7 Ribu Bus

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement terpasang di JPO Bundaran Senayan di Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta untuk pemasangan kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di jalur Transjakarta.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement terpasang di JPO Bundaran Senayan di Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta untuk pemasangan kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di jalur Transjakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono mengatakan pihaknya akan menambah jumlah armada bus sebanyak 7 ribu unit pada tahun 2020. Jika dijumlah dengan armada yang saat ini Transjakarta miliki, tahun depan perusahaan transportasi plat merah itu akan memiliki 10 ribu kendaraan.

    "Kami sekarang punya 3 ribu armada, tahun depan ada Instruksi Gubernur Nomor 66 2019 untuk mencapai 10.047 armada," kata Agung di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.

    Agung menjelaskan jenis bus yang akan ditambahkan itu akan bervariasi, namun mayoritas adalah bus berukuran mikro atau angkot. Ia juga menekankan bus tersebut bukan milik Transjakarta, melainkan milik operator yang bekerja sama dengan perusahaan.

    Lebih lanjut, Agung mengatakan di antara 7 ribu kendaraan itu di antaranya akan ada bus listrik. Namun, Agung belum bisa menyebut jumlah pasti jumlah bus listrik yang akan dihadirkan.

    "Tahun depan jumlah bus listrik akan tergantung dari APBD 2020. Saat ini APBD belum ada, DPRD juga baru ganti. Kami baru bisa pastikan saat sudah ada APBD," ujar Agung.

    Saat ini, Agung mengatakan Transjakarta sudah mengoperasikan 3 bus listrik. Bus-bus tersebut sebelumnya sudah melalui uji coba selama 6 bulan dan mengangkut penumpang di kawasan wisata. Agung menjelaskan tiga bus listrik itu akan kembali dilakukan uji coba selama 6 bulan dan baru pada tahun depan diberlakukan tarif.

    Tiga bus listrik itu merupakan produk dari BYD Company Ltd asal Cina tipe medium dan satu yang diproduksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dengan tipe single. Agung mengatakan ketiga bus saat ini sudah lolos sertifikat uji tipe dan tengah dalam pembuatan plat kuning di kantor Samsat.

    "Kementerian Perhubungan menyatakan bus ini layak," kata Agung.

    Penambahan jumlah bus transjakarta itu merupakan bagian dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 66 tahun 2019 soal pengurangan polusi udara yang ditanda tangani Anies Baswedan pada bulan lalu. Anies meminta Transjakarta menambah armada agar masyarakat mau menggunakan transportasi umum dan tak menggunakan kendaraan pribadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.