Kecelakaan Maut di Cipularang, Operasi ODOL Jaring 130 Kendaraan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang di Purwakarta, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 91 itu melibatkan 21 kendaraan. ANTARA/M Ibnu Chazar

    Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang di Purwakarta, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 91 itu melibatkan 21 kendaraan. ANTARA/M Ibnu Chazar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca kecelakaan maut di Cipularang, PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi menggelar operasi ODOL (Over Dimension dan Over Load) di Jalan Tol Cipularang.

    General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa menyatakan pihaknya menggelar operasi ODOL bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jabar di KM 120 Jalan Tol Cipularang arah Jakarta.

    Operasi ini, kata Winarso, dilakukan selama satu bulan pada hari kerja terhitung Senin-Rabu, 9-11 September 2019, pukul 09.00-15.00 WIB. "Sudah terjaring 130 kendaraan dengan pelanggaran pada tiga hari, Senin, Selasa, dan Rabu kemarin," kata Winarso, Kamis, 12 September 2019.

    Menurut Winarso, 130 kendaraan yang terjaring operasi ODOL itu setara dengan 40 persen dari total seluruh kendaraan yang diperiksa selama tiga hari itu.

    Adapun jenis pelanggarannya antara lain 36 kendaraan over load, 39 kendaraan over dimension, dan enam kendaraan over load dan over dimension, 31 pelanggaran dokumen kendaraan, dan 18 pelanggaran tata cara penarikan (TCP).

    Pada operasi tersebut juga ditemukan kendaraan yang sangat membahayakan dengan over load hampir 300 persen, yaitu 35 ton dari batas maksimal sebesar 12 ton serta pelanggaran over dimension setinggi 1,6 meter dari batas maksimal 1 meter.

    "Sanksi yang dijatuhkan kepada pengemudi yang melakukan over load dan over dimension kami lakukan penindakan tilang," kata Winarso.

    Ke depannya, Winarso menambahkan, akan disediakan lahan untuk dilakukan tindakan penurunan muatan berlebih atau dikeluarkan di gerbang tol terdekat.

    Dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kepala unit I PJR Polda Jabar Otong Rustandi menyatakan saat ini pengemudi yang ditilang akibat ODOL, diarahkan untuk keluar di Gerbang Tol (GT) Cikamuning. "Dengan demikian yang tidak dapat melanjutkan perjalanan,” ujar Otong.

    Tempo menulis kecelakaan maut di Cipularang terjadi di Km 91,  2 September 2019 sekitar pukul 13.00 WIB. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan sembilan orang tewas dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang yang melibatkan 21 kendaraan, dua diantaranya kontainer overload

    Berdasarkan informasi dari PT Jasa Marga, kecelakaan dua truk kontainer terjadi pada pukul 14.30 WIB.  Dwimawan mengatakan salah satu kontainer mengalami rem blong dan menabrak kontainer lainnya dengan melibatkan  lima kendaraan golongan I. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe