Penumpang Terjepit Pintu KRL dari Klender Sampai Cakung

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelonjakan Jumlah Penumpang KRL

    Pelonjakan Jumlah Penumpang KRL

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia membenarkan peristiwa seorang penumpang yang tangannya terjepit pintu kereta komuter KRL. Empat jari tangan kiri terjepit sepanjang perjalanan dari Stasiun Klender Baru hingga Cakung, pada Kamis pagi, 12 September 2019.

    "Pagi sekitar pukul 06.50 WIB petugas keamanan kami membantu seorang penumpang perempuan yang tidak sadarkan diri dari KA 1319 relasi Bekasi-Jakarta Kota," kata juru bicara PT KCI, Anne Purba. 

    Peristiwa itu diketahui luas lewat unggahan di akun Instagram @drama.kereta. Tergambar di sana situasi kereta cukup padat dan tangan kiri penumpang perempuan itu terjepit di bagian atas pintu. 
     
    "Mulai dari Stasiun Pondok Kopi (Klender Baru) sampai dengan Stasiun Cakung. Sakitnya gak kebayang kan ??, Ketika pintu dibuka, penumpang langsung pingsan," tulis pemilik akun.
     
    Anne mengatakan, petugas keamanan Stasiun Cakung langsung membawa penumpang tersebut menuju kantor stasiun untuk diberikan pertolongan pertama oleh Tim Kesehatan PT KCI. Dari hasil pemeriksaan, kata dia, jari kiri penumpang tersebut terasa sakit, "Dan mengaku jari jempolnya terjepit pintu saat akan turun dari KRL."

    Petugas kesehatan memberikan obat-obatan untuk membantu menghilangkan rasa sakit. Penumpang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan kembali ke kediamannya.
     
    PT KCI mengimbau kepada seluruh pengguna jasa kereta api untuk tidak memaksakan diri saat akan naik apabila kondisi KRL padat. Selain sesak, mereka juga bisa menghalangi penumpang yang berusaha turun.
     
    "Bagi para pengguna jasa yang berada di pintu-pintu KRL juga agar dapat memberikan ruang bagi pengguna jasa yang akan turun," kata Anne.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.