Korban Kecelakaan Tol Cipularang KM 91: Hanya Ada Firasat Adik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karangan bunga dari kerabat di depan kediaman orang tua Khansa Aathirah di Jalan Cempaka Baru I, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 13 September 2019. Khansa adalah satu dari empat korban kecelakaan maut di Tol Padalarang KM91 pada 2 September lalu yang baru teridentifikasi. TEMPO/MARVELA.

    Karangan bunga dari kerabat di depan kediaman orang tua Khansa Aathirah di Jalan Cempaka Baru I, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 13 September 2019. Khansa adalah satu dari empat korban kecelakaan maut di Tol Padalarang KM91 pada 2 September lalu yang baru teridentifikasi. TEMPO/MARVELA.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kematian Khansa Aathirah El Putri (23) meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Khansa teridentifikasi belakangan sebagai korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Tol Cipularang KM 91, Purwakarta, Jawa Barat, pada 2 September 2019.

    Khansa, sulung dari tiga bersaudara, dikenang sebagai pribadi yang periang, selain juga cerdas. Mau menjemputnya di tengah dia menempuh pendidikan S2 jurusan School of Business and Management (SBM), Institut Teknologi Bandung (ITB).

    "Di Jakarta ini dia sampe SMA kelas 3, langsung kuliah di Bali S1 setelah selesai langsung mengambil S2, akhir Desember ini ada wisuda," kata Heri, paman Khansa, saat ditemui di kediaman orang tua Khansa, Jumat 13 September 2019.

    Dia menuturkan kalau keluarga awalnya sama sekali tak menyangka Khansa ikut menjadi korban dari tabrakan beruntun di Tol Padalarang itu. Saat kejadian kecelakaan, dia menambahkan, keluarga di Jakarta tidak mendapat firasat buruk.

    "Hanya adiknya saja, dalam satu hari itu ketakutan sekali, gelisah," kata Heri.

    Ketua RT dan tetangga tempat tinggal orang tua Khansa juga mengaku kaget dengan identifikasi Khansa sebagai satu di antara delapan korban tewas dari kecelakaan itu. Mereka juga menilai Khansa merupakan orang yang baik dan juga ramah.

    "Kalau di sini dia jarang keluar, paling kalau keluar malam beli ketoprak," kata Agus sebagai Ketua RT. "Orangnya diem, tidak banyak bicara, ramah," kata Yatimo tetangga lainnya menambahkan.

    Ermansyah, ayah Khansa, sebelumnya menuturkan kalau putrinya sedang dalam perjalanan pulang ke Jakarta dari kos di daerah Tubagus Ismail, Bandung, pada hari nahas itu. Khansa disebutkan mengendarai mobil jenis Mazda 2 hitam berplat nomor B 411 AT. "Dia baru saja mengurus tesisnya dengan dosen di Bandung," kata dia saat menerima jenazah dari RS Polri.

     

    Ermansyah menyebut Khansa sebenarnya berniat pulang pada 4 September, sesuai isi pesannya dalam aplikasi percakapan Whatsapp kepada keluarga. Ermansyah dan anggota keluarga yang lain tidak ada yang tahu kenapa Khansa ternyata memutuskan pulang lebih cepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.