Disebut Ikut Eksodus, Asrama Mahasiswa Papua di Kota Depok Kosong

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi asrama mahasiswa Papua yang telah dikosongkan di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat 13 September 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Kondisi asrama mahasiswa Papua yang telah dikosongkan di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat 13 September 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok – Rumah kontrakan yang biasa digunakan sebagai asrama mahasiswa Papua di Lani Jaya, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, telah dikosongkan penghuninya. Lantai terasnya kotor menunjukkan para mahasiswa telah pergi beberapa hari lalu.

    Informasi datang dari warga sekitar, Marali, yang mengatakan rumah kontrakan itu telah kosongkan sejak Sabtu, 7 September 2019. “Sekitar pukul 16.30, mereka pulang ramai-ramai menggunakan mobil ada sekitar 4 orang,” katanya saat ditemui, Jumat 13 September 2019.

    Menurut Marali, keempat mahasiswa itu mengaku kepada dirinya ingin pulang kampung. "Ada juga yang bilang pindah, intinya mereka pamit ke saya,” kata Ali.

    Sekretaris Umum II Aliansi Mahasiswa Papua, Albert Mungguar, membenarkan lengkah pergi para mahasiswa dari asrama itu. Menurutnya, dari 600-700 mahasiswa Papua yang telah meninggalkan Jabodetabek, sebagian adalah dari Kota Depok. 

    “Dari sekitar 100 lebih mahasiswa di Depok, sudah sekitar 80an yang pulang,” kata Albert kepada Tempo, Jumat 13 September 2019.

    Kondisi asrama mahasiswa Papua yang telah dikosongkan di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat 13 September 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Sisanya, menurut Albert, saat ini sedang mengurus untuk kepulangannya. "Ditargetkan sampai bulan besok kawan-kawan sudah pulang semua," kata Albert menambahkan.

    Albert mengungkap kekecewaan mereka dengan perlakuan yang diterima negara. Dia merujuk peristiwa yang berpangkal di asrama mahasiswa Papua di Surabaya hingga meletupnya unjuk rasa di Papua. 

    Albert mengatakan, kepulangan atau eksodus secara besar-besaran mahasiswa Papua dari berbagai daerah harus diterima oleh pemerintah setempat. Mereka, kata dia, harus bisa melanjutkan kuliah. "Kami harus diterima di sana di kampus-kampus di Papua,” kata Albert.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.