Anak Elvy Sukaesih Ngamuk, Pengakuan Pemilik Warung Rela Diutangi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu dangdut Elvy Sukaesih berjalan keluar setelah diperiksa sebagai saksi terkait penangkapan anak kandungnya Dhawiya atas dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan sabu, di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, 26 Februari 2018. Elvy Sukaesih mengaku kepada wartawan diberikan 18 pertanyaan oleh penyidik. TEMPO/Nurdiansah

    Ratu dangdut Elvy Sukaesih berjalan keluar setelah diperiksa sebagai saksi terkait penangkapan anak kandungnya Dhawiya atas dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan sabu, di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, 26 Februari 2018. Elvy Sukaesih mengaku kepada wartawan diberikan 18 pertanyaan oleh penyidik. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah pedagang kelontong atau pemilik warung di sekitar Jalan Usaha, Cawang, Jakarta Timur, rela dagangannya diutang oleh anak pedangdut kawakan Elvy Sukaesih, Haidar.

    "Saya sih percaya saja, karena khan jaminannya nama umi dia (Elvy Sukaesih)," kata pemilik warung Asep, 39 tahun di Jakarta, Jumat sore, 13 September 2019.

    Putra pertama pedangdut Elvy Sukaesih, Haidar hingga kini masih berutang Rp 800 ribu kepada Asep. "Tagihannya masih Rp 800 ribu di saya. Semalam sudah saya kasih bonnya ke Pak Syehan (adik Haidar)," katanya.

    Warung yang dikelola Asep bersama kakaknya, Menon (43), berada di salah satu gang Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramat Jati, tepatnya di sebelah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dekat Jalan Usaha.

    Warung itu berjarak sekitar 100 meter dari kediaman Elvy Sukaesih di RT01 RW05 Nomor 18 dan 50 Jalan Usaha, Cawang, Jakarta Timur.

    Haidar kerap berutang di warung Menon pada malam hari, di antara pukul 20.00 hingga 00.00 WIB.

    Utang senilai Rp800 ribu itu, kata Asep, adalah akumulasi sejak sebulan terakhir. Barang yang diutang mayoritas adalah produk rokok, selain itu ada pula minuman dan jajanan ringan.

    "Dia jarang nongkrong di sini. Paling cuma lintas dan minta rokok, terus bilang, utang dulu ya, besok dibayar," tutur Asep lagi.

    Kebiasaan berutang juga dilakukannya terhadap pedagang ayam pecel di sisi Jalan Dewi Sartika. Pedagang lainnya, Junaedi (48) mengatakan Haidar terbiasa berutang ke sejumlah warung di Jalan Usaha dengan nominal yang bervariasi.

    "Kalau di warung saya biasanya puluhan ribu rupiah. Tapi dia seringnya utang di warung lain," kata Junaedi.

    Perilaku Haidar yang kerap berutang ke sejumlah pemilik warung terungkap setelah anak Elvy Sukaesih itu mengamuk dan merusak warung menggunakan senjata tajam jenis pedang samurai, Kamis malam, 12 September 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?