Sebut Pesta Gay di Serpong Hoax, Polisi Buru Penyebar Poster

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan memotret tempat pemandian yang diduga digunakan menjadi tempat striptis saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kelapa Gading, Jakarta, 23 Mei 2017. Polres Jakarta Utara menggelar olah TKP terkait penggerebekan pesta gay bertajuk The Wild One. ANTARA/Galih Pradipta

    Wartawan memotret tempat pemandian yang diduga digunakan menjadi tempat striptis saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kelapa Gading, Jakarta, 23 Mei 2017. Polres Jakarta Utara menggelar olah TKP terkait penggerebekan pesta gay bertajuk The Wild One. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Polisi menyebut poster undangan dugaan pesta gay di Serpong, Tangerang Selatan, pada 28 September mendatang adalah hoax. Poster itu viral dalam grup-grup percakapan di telepon genggam atau Whatsapp.

    "Dipastikan hoax, kami sudah menelusurinya dan saat ini kita sedang cari siapa yang menyebarkan selebaran dari medsos ke medsos itu," ujar Kepala Kepolisian Resor Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ferdy Irawan, Sabtu 14 September 2019.

    Ferdy menegaskan tidak ada penyelenggaraan acara seperti itu dan tidak ada pengajuan acara seperti itu di Tangerang Selatan. Dia mengaku sudah langsung menghubungi kontak yang ada dalam poster.

    "Tidak aktif, tapi kami akan telusuri siapa yang menyebarkan," kata Ferdy sambil menambahkan, "Yang jelas kegiatan itu hoax jadi masyarakat tidak perlu khawatir."

    Terpisah, Sekretaris umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan Abdul Rojak mengatakan telah langsung menjalani komunikasi dengan kepolisian perihal poster viral itu. "Kami minta ke Polres Tangsel dan Polda Metro Jaya untuk menangkap penyebar selebaran hoax kegiatan LGBT di Tangsel itu," katanya.

    Poster dugaan undangan pesta gay yang bikin geger Kota Tangerang Selatan itu bergambar sejumlah pria setengah telanjang. Poster bertitel 'PRIVATE PARTY: Barbaque Man Party' itu menyebutkan pula It's not just sex party, it is more than sex party. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.