Begini Barbershop Terdampak DKI Tebang Kabel di Atas Trotoar

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho saat memotong kabel udara di Setia Budi Jakarta Selatan, Jumat 13 September 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho saat memotong kabel udara di Setia Budi Jakarta Selatan, Jumat 13 September 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemotongan kabel udara di atas trotoar Jalan Prof. DR. Satrio, Setia Budi, Jakarta Selatan menyebabkan jaringan internet beberapa tempat usaha di sekitarnya terganggu. Salah satunya seperti yang dialami usaha cukur rambut Barber Kick' Linn.

    Rein Sonde, pegawai Barber Kick' Linn, menyatakan jaringan internet dari penyedia jasa First Media tak bisa diakses sejak Jumat malam, 13 September 2019 sekitar pukul 23.00 WIB. "Mati sudah tiga hari," kata Rein saat ditemui di lokasi barber shop, Minggu 15 September 2019.

    Akibatnya, saluran televisi berbayar membisu di ruangan itu. Rein juga tidak bisa menyetel lagu dari Youtube atau Spotify lantaran internet barbershop masih terputus. Padahal, menurut Rein, lagu dan tayangan televisi menjadi salah satu hiburan dari toko itu kepada pelanggan.

    Dari pantauan Tempo, televisi berlayar hitam hanya terpampang di sudut toko persisi di kiri pintu masuk. Tak ada alunan musik yang mengisi ruangan barbershop. "Biasanya ramai musik, tapi sekarang lagi potong (cukur rambut) sepi banget," ujar dia.

    Pemotongan kabel, lanjut dia, juga menghambat barbershop berkomunikasi dengan pelanggan melalui Whatsapp toko. Biasanya calon pelanggan menanyakan alamat dan harga melalui Whatsapp. Akan tetapi, untuk sementara nomor tersebut tak aktif. "Menggangu banget, ini lagi bingung karena kirain cuma sehari," ucap dia.

    Dinas Bina Marga DKI Jakarta menertibkan jaringan kabel di atas trotoar Jalan Satrio itu pada Jumat 13 September 2019. Sebanyak sekitar 20 macam kabel jaringan optik sepanjang 300 meter dipotong dan diturunkan sejalan dengan revitalisasi trotoar di kawasan itu.

    Kabel tersebut akan dipindahkan ke jaringan bawah tanah yang telah disiapkan (ducting). Rencananya, penertiban akan dilakukan sepanjang tiga kilometer di sisi kanan dan kiri Jalan Satrio. Penurunan ditargetkan selesai dalam dua minggu.

    Sebelumnya, Dinas juga menurunkan kabel optik di sepanjang Jalan Cikini Raya. Di lokasi yang pertama itu DKI menuai somasi dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi atau Apjatel karena dituding menebang kabel sepihak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.