Sinar Mas Land Akan Bangun Pusat Otomotif di Kota Bekasi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Transaksi mobil bekas di Bekasi ditaksir bernilai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. Gurihnya bisnis jual beli mobil bekas itu diaku membuat raksasa properti Sinar Mas Land Group kepincut.

    Perusahaan ini rencananya akan membangun pusat otomotif di kawasan Grand Wisata, Kota Bekasi, pada tahun ini. "Kami telah menyiapkan lahan seluas satu hektare di Mustikajaya yang masih di dalam Grand Wisata sebagai pusat otomotif," kata Commercial section head Grand Wisata Bekasi, Hans Alvadino Lubis, Sabtu 14 September 2019.

    Menurut dia, pusat otomotif tersebut mulai dibangun akhir tahun ini dan bisa beroperasi pada tahun depan. Ia mengatakan, selain ada showroom mobil bekas, juga banyak gerai aksesoris untuk modifikasi. "Kami optimis pecinta otomatif akan menerima kehadiran ini, karena kami sudah melakukan survei lebih dulu,” ujar dia.

    Tingginya peminat mobil bekas di wilayah Bekasi dibuktikan lembaga keuangan BFI Finance. Lembaga ini menyalurkan pembiayaan untuk pembelian mobil bekas di wilayahnya mencapai Rp 210 miliar di semester pertama 2019 kepada ribuan kreditur.  

    "Pasar di mobil bekas masih menjadi andalan, kami akan terus memaksimalkan potensi ini," kata Area Manajer BFI Finance Wilayah Bekasi, Setyo Hari Wibowo. 

    Menurut dia, sampai dengan akhir tahun pihaknya menargetkan penyaluran pembiayaan hingga Rp 750 miliar. Tentunya, dana yang dikucurkan tersebut bukan hanya untuk pembiayaan mobil bekas, melainkan pembiayaan lain seperti pembelian sepeda motor, dan pinjaman. "Paling tinggi tetap di mobil bekas," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.