Cerita Petugas TMP Kalibata Mengenang Keramahan BJ Habibie

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Presiden pertama Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao saat tiba di makam Presiden ketiga RI BJ Habibie di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Ahad, 15 September 2019. Xanana hadir bersama Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto Carlos dan puluhan mahasiswa asal Timor Leste di Jakarta. ANTARA

    Gestur Presiden pertama Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao saat tiba di makam Presiden ketiga RI BJ Habibie di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Ahad, 15 September 2019. Xanana hadir bersama Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto Carlos dan puluhan mahasiswa asal Timor Leste di Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ingatan tentang keramahan Presiden Republik Indonesia ketiga almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie masih melekat di benak Lanang Prasetya, 30 tahun.  Petugas keamanan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan tersebut mengatakan bahwa Habibie memiliki jadwal rutin untuk berziarah ke makam istrinya, Hapsari Ainun Habibie.

    “Saya sering bertemu atau sekedar menyapa beliau saat berziarah ke makam Bu Ainun,” kata Lanang kepada Tempo di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin, 16 September 2019.

    Lanang menceritakan, Habibie kerap datang di pagi hari sekitar pukul 09.00 setiap hari Jumat. Ia bisa menghabiskan waktu selama satu jam di pusara Ainun untuk membacakan doa dan melepas rindunya.

    “Biasanya kalau saya lihat beliau ditemani ajudannya. Terkadang sama anak-anaknya,” tutur Lanang.

    Kenangan yang paling membekas, kata dia, adalah saat hari raya Idul Fitri pada 6 Juni 2019 lalu. Saat itu kondisi TMP Kalibata padat dipenuhi peziarah. Habibie bersama keluarganya datang sekitar pukul 11.00 untuk mengunjungi makam Ainun.

    Pada saat itu pula, Lanang berkesempatan untuk berfoto bersama dengan Habibie. Ia pun menunjukkan foto yang ia simpan di telepon selulernya itu kepada Tempo. Terlihat Lanang berseragam petugas keamanan lengkap serta di

    Menurut cerita Lanang, meski kerap dikerubungi masyarakat yang ingin berfoto, keramahan Habibie tak luntur.

    “Beliau melayani semua peziarah yang ingin berfoto. Kadang sama ajudannya dilarang, tapi malah beliau yang memperbolehkan,” ujar Lanang.

    Lanang pun turut berduka ketika mendengar kabar BJ Habibie wafat pada Rabu pekan lalu. Habibie saat ini telah dimakamkan di TMP Kalibata tepat di samping pusara Ainun.

    Pria yang dijuluki Bapak Teknologi Indonesia itu wafat pada usia 83 tahun setelah menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta Pusat sejak 2 September lalu. Ia meninggal karena penurunan fungsi tubuh dan gagal jantung.

    Lanang beserta 10 orang rekan satu regunya kini bertugas menjaga makam Habibie secara bergantian setidaknya selama sebulan ke depan. Ia ditugaskan salah satunya untuk mengingatkan peziarah yang datang agar tidak terlalu berlebihan dalam berswafoto di makam Habibie.

    Menurut pantauan Tempo, sejak pagi tadi masyarakat memang silih berganti berziarah ke sana. Ada yang datang bergerombol maupun seorang diri. Mereka tampak khusyuk berdoa di samping pusara pria yang akrab disapa Rudy oleh kerabatnya itu.

    Kemarin, Ahad, 15 September 2019, Presiden pertama Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao datang berziarah ke makam Habibie di TMP Kalibata. Xanana tiba di makam BJ Habibie sekitar pukul 09.45 WIB mengenakan setelan resmi jas berwarna hitam. Dia berdoa dan menabur bunga di pusara BJ Habibie yang masih basah. Dia juga mengalungkan rangkaian bunga di nisan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.