Kebakaran Gudang Alfamidi Mirip Kasus Pabrik Petasan Kosambi

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran gudang Alfamidi di kawasan industri Bunder, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin 16 September 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Kebakaran gudang Alfamidi di kawasan industri Bunder, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin 16 September 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangderang - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Tangerang Agus Suryana mengatakan kebakaran gudang Alfamidi di Cikupa memiliki kemiripan dengan kebakaran yang terjadi di pabrik petasan Kosambi dua tahun yang lalu.

    "Bedanya di Kosambi memakan korban jiwa yang banyak, di Gudang Alfamidi ini tidak ada korban," ujarnya kepada Tempo, Selasa 17 September 2019. Pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, terbakar dan meledak pada Oktober 2017. Lebih dari 60 karyawan tewas dalam tragedi itu.

    Menurut Agus, kesamaan kedua peristiwa kebakaran berkategori besar ini adalah kelalaian dalam aspek proteksi kebakaran. Pemilik usaha mengabaikan alat pengaman dan pemadam kebakaran seperti hydran dan alat pemadan ringan yaitu tabung gas pemadam.

    "Pabrik petasan di Kosambi dan gudang Alfamidi tidak dilengkapi hydran dan tabung gas pemadam yang minim," kata Agus. Kesamaan lainnya, isi dalam bangunan merupakan bahan-bahan yang mudan terbakar.

    Gudang Alfamidi banyak ditemukan botol parfum yang meledak ditambah bahan lain seperti plastik, minyak dan kardus. Sementara di pabrik petasan, bahan pembuat petasan dan kertas menjadi pemicu besarnya api dan kebakaran hebat terjadi.

    Lebih parahnya lagi, kata Agus, gudang Alfamidi berada di kawasan industri yang dikelilingi banyak pabrik. "Di samping gudang yang terbakar saja pabrik bahan kimia, jadi sangat rawan dan berpotensi sekali kebakaran lebih hebat lagi," kata Agus.

    Corporate Communication Manager Alfamidi, Arif L Nursandi, mengakui kerawanan tersebut. Dia mengatakan sejak awal kebakaran terjadi pihaknya berusaha melakulan pemadaman agar api tidak besar dan merembet ke pabrik kimia yang berada di sebelah kawasan gudang itu.

    "Alhamdulilah, kebakaran tertangani dengan baik, tidak ada korban jiwa. Untuk penyebab dan lainnya kami serahkan ke polisi yang sedang melakukan penyelidikan," kata Nursandi.

    Peristiwa kebakaran gudang Alfamidi pada Senin dinihari 16 September 2019 pukul 3.50. Sebanyak 6 unit mobil tangki kebakaran dan 13 petugas dikerahkan untuk memamadamkan api. Petugas butuh waktu yang cukup lama untuk memadamkan api dan asap kebakaran yang melalap habis isi dan merobohkan bangunan gudang tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.