Penduduk Kota Bekasi Tertinggi Ketiga, Setelah DKI dan Surabaya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kali Bekasi dengan latar belakang apartemen di Kota Bekasi. Tempo/Ali Anwar

    Kali Bekasi dengan latar belakang apartemen di Kota Bekasi. Tempo/Ali Anwar

    TEMPO.CO, Bekasi - Jumlah penduduk Kota Bekasi diprediksi mencapai 3,7 juta jiwa pada 2023 mendatang. Saat ini, penduduk Bekasi  tertinggi ketiga kategori kota metropolitan di bawah DKI Jakarta dan Surabaya.

    "Pertumbuhan penduduk dari angka kelahiran cuma dua koma sekian persen, urbanisasi luar biasa tingginya," kata kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi belum lama ini.

    Berdasarkan data rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bekasi tahun 2018-2023, penduduk Bekasi tahun ini mencapai 3,2 juta. Dengan jumlah ini, Rahmat menyebut kepadatan penduduk mencapai 16.500 per kilometer dari total luas wilayah 210 ribu kilometer.

    Karena itu, wajar jika Kota Bekasi disebut Badan Perencanaan Pembangunan Nasonal (Bappenas) RI merupakan kota metropolitan dengan penduduk tertinggi di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Kota Surabaya.

    "Karena terpadat, maka kota ini harus mampu menyediakan sarana dan prasarana untuk berbagai kegiatan aktivitas kehidupan di masyarakat," kata Rahmat Effendi.

    Menurut dia, mengelola sumber daya manusia yang tinggi, pemerintah fokus terhadap penyediaan utilitas, pembangunan infrastuktur, dan penataan kawasan permukiman supaya tak menumpuk di titik-titik tertentu. “Pembangunan jalan untuk memudahkan akses, supaya penyebaran penduduk merata,” kata dia.

    Di wilayah utara, misalnya, pemerintah tengah membangun jalan baru sepanjang sekitar 20 kilometer. Di antaranya menambah kapasitas Jalan Perjuangan dengan membangun jalan baru di sisi barat saluran, kemudian membangun jalan baru Pangeran Jayakarta, Jalan Mawar (Medansatria), dan Jalan Baru Underpass sisi barat (Bekasi Timur).

    “Akses di sini ditopang adanya transportasi massal KRL,” kata Rahmat.

    Di bagian selatan, kata dia, ada pembangunan jalan baru SS Jakasetia dari Pekayon hingga Jatiasih sepanjang lima kilometer. Selain jalan baru, infrastruktur di wilayah selatan terbantu dengan proyek strategis nasional mulai dari Tol Cibitung-Cimanggis, Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated, Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan melintasi Jatiasih dan Bantargebang, dan LRT Bekasi Timur-Cawang.

    Kepala Bidang Infrastuktur dan Pengembangan Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Kota Bekasi Erwin Gwinda mengatakan, pemerintah telah menetapkan tiga kategori kepadatan wilayah, yaitu kepadatan tinggi, sedang, dan rendah. “Ini sebagai rujukan pengembangan hunian bagi pengembang, dan melindungi ruang terbuka hijau,” kata dia.

    Wilayah dengan kepadatan tinggi berada di pusat kota yaitu Bekasi Selatan, Bekasi Timur, dan Bekasi Barat sehingga direkomendasikan untuk membuat hunian vertikal. Sedangkan hunian tapak direkomendasikan ke lokasi dengan tingkat kepadatan rendah seperti Mustikajaya, Jatisampurna, Jatiasih, Rawalumbu, sebagian Medansatria, dan Bekasi Utara. “Sebaran penduduk Kota Bekasi bisa lebih merata,” ucap Erwin.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?