Polusi Udara, DKI Bakal Bina Puluhan Pabrik Industri Kecil

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi pembakaran arang dan aluminium di Jalan Cakung Drainase, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 13 September 2019. Lokasi ini dikeluhkan masyarakat sebabkan polusi udara sejak lama. TEMPO/Lani Diana

    Lokasi pembakaran arang dan aluminium di Jalan Cakung Drainase, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 13 September 2019. Lokasi ini dikeluhkan masyarakat sebabkan polusi udara sejak lama. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta bakal memberikan pembinaan usaha kepada puluhan industri kecil yang tercatat oleh Dinas Lingkungan Hidup menyebabkan polusi udara.

    "Dibina, ada pembinaan usaha, nanti bisa dari UMKM," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Andono di Balai Kota, Selasa 17 September 2019.

    Andono menyebutkan jumlah pabrik itu sebanyak 23 pabrik indurstri kecil, hasil dari sidak dinas terkait pabrik yang menyebabkan polusi udara di Cilincing Jakarta Utara.

    Industri kecil tersebut berupa usaha pembakaran arang batok, ada juga kata Andono industri pembakaran alumunium.

    Hasil analisa polusi udara dari industri kecil tersebut oleh Dinas Lingkungan Hidup mencatat parameter NO2 dan H2S melebihi baku mutu. Paparan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit pada manusia, bisa menyebabkan kesulitan dalam bernapas. Sedangkan, H2S menyebabkan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

    Andono menambahkan untuk industri pembakaran alumunium dilakukan penyegelan oleh Pemerintah Jakarta Utara dan Polres. "Kemarin Walikota bekerjasama dengan Polres Jakarta Utara melakukan penyegelan terhadap industri alumunium," ujarnya.

    Andono mengatakan industri alumunium tersebut mengandung unsur kimia hingga mencemari atau memicu polusi udara. Menurut dia hasil pemeriksaan Dinas LH, tingkat polusi yang disebabkan oleh dua pabrik itu, di atas Bakumutu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.