Polisi Tangkap Wanita Pelaku Pencurian Kotak Amal di Masjid

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian kotak amal. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ilustrasi pencurian kotak amal. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang perempuan yang melakukan pencurian kotak amal masjid. Aksi perempuan itu sempat viral karena terekam kamera pengawas beberapa waktu lalu.

    Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama mengatakan tersangka itu berinisial AGN, warga Bojong Gede, Kabupaten Bogor. "Tersangka ditangkap saat melakukan pencurian di wilayah Jayakarsa dan Masjid Nurul Islam, Mampang, Jaakrta Selatan, kejadian bulan September ini," kata dia, Selasa, 17 September 2019.

    Bastoni mengatakan pelaku beraksi seorang diri dengan mendatangi sejumlah masjid dengan berpura-pura menjadi jemaah shalat. Dari pengakuan tersangka, ia sudah melakukan pencurian kotak amal masjid sebanyak 10 kali dengan nominal uang yang didapatkannya total Rp 5 juta rupiah.

    "Isi kotak amalnya macam-macam jumlahnya ada yang 500 ribu. Sudah 10 kali aksinya dengan nominal uang yang didapat Rp5 juta," kata Bastoni.

    Tersangka AGN diamankan bersama 25 tersangka tindak kriminal lainnya yang ditangkap dalam operasi premanisme di wilayah Polres dan Polsek di wilayah Jakarta Selatan.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya Ghalib mengatakan tersangka AGN akan lebih dulu mempelajari situasi masjid sebelum melakukan aksinya. "Pelaku melakukan pencurian dengan merusak gembok kotak amal lalu mengambil uang di dalamnya," kata dia.

    Dalam sebuah video, terekam juga tersangka mengembalikan kotak amal ke masjid setelah isi kotaknya diambil.

    Kepada petugas, tersangka yang sudah bersuami ini mencuri kotak amal masjid karena desakan kebutuhan ekonomi. "Tersangka mengaku punya ponakan yang butuh biaya sekolah," kata Andi. Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.