Sebulan Perluasan Ganjil Genap, DKI Catat Penurunan Angka Polusi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat yang tergabung dalam gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (IBUKOTA) bersepeda mengeilingi Bundaran HI sebelum nantinya menuju ke Balaikota untuk menyampaikan tuntutan pada aksi yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, Rabu 5 Desember 2018. Aksi tersebut menuntut aksi nyata pemerintah untuk membuat strategi dan rencana aksi yang jelas secara hukum guna membenahi darurat polusi di Ibukota. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Masyarakat yang tergabung dalam gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (IBUKOTA) bersepeda mengeilingi Bundaran HI sebelum nantinya menuju ke Balaikota untuk menyampaikan tuntutan pada aksi yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, Rabu 5 Desember 2018. Aksi tersebut menuntut aksi nyata pemerintah untuk membuat strategi dan rencana aksi yang jelas secara hukum guna membenahi darurat polusi di Ibukota. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat penurunan polusi udara dari perluasan ganjil genap mencapai 16 persen pada satu bulan penerapan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Andono Warih mengatakan penurunan 16 persen tersebut tercatat dari sebaran debu PM 2,5 rata-rata harian kualitas udara oleh alat pemantau udara di Jalan Suryopranoto.

    "Jalan Suryopranoto yang merupakan jalan perluasan ganjil genap menunjukkan kualitas perbaikan udara dengan penurunan kadar PM 2,5 sebesar 16 persen," kata Andono di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa 17 September 2019.

    Andono mengatakan penurunan kadar PM 2,5 juga tercatat di alat pemantau Bundaran HI dari 64 persen ke 58,8 persen. Lalu di alat pemantau di Kelapa Gading dari 56,75 persen ke 50,05 persen.

    Andono mengatakan data penurunan tersebut merupakan perbandingan satu bulan sebelum perluasan ganjil genap, yaitu pada 8 Juli sampai 9 Agustus dengan satu bulan perluasan ganjil genap pada 11 Agustus sampai 13 September (uji coba dan penerapan).

    Andono menyebutkan hasil tersebut menunjukan adanya perbaikan kualitas udara dengan penerapan perluasan kebijakan itu. "Artinya, perluasan ganjil genap ini memberikan perbaikan kualitas udara,'' ujarnya.

    Menurut Andono, kualitas udara Jakarta bisa lebih baik dengan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik atau menggunakan kendaraan yang ramah emisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.