Begini Pedagang Air Galon Mendaftar Pemilihan Wali Kota Tangsel

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusrianto, pedagang air galon isi ulang dan gas 3 kilogram saat memulangi formulir ke kantor DPC PDIP Tangsel, Selasa 17 September 2019. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Yusrianto, pedagang air galon isi ulang dan gas 3 kilogram saat memulangi formulir ke kantor DPC PDIP Tangsel, Selasa 17 September 2019. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Dengan mengendarai sepeda motor bak terbuka roda tiga dan membawa kurang lebih 30an galon air minum, Yusrianto, 36 tahun yang juga pedagang air minum galon isi ulang dan gas 3 kilogram datang mengembalikan formulir pemilihan Wali Kota Tangsel  di kantor DPC PDIP Tangerang Selatan.

    Yusrianto yang datang ke DPC PDIP itu berbeda dengan bakal calon lainnya.

    Bakal calon Wali Kota Tangsel lainnya datang menggunakan mobil, sedamgkan Yusrianto datang dengan motor roda tiga bak terbuka dibelakangnya dan membawa galon air kosong.

    "Saya maju karena banyaknya masyarakat yang menjadi pelanggan saya mencurahkan isi hatinya tentang kesejahteraan, maka dari itu visi saya untuk mensejahterakan masyarakat," katanya, Selasa 17 September 2019.

    Menurut Yusrianto, dengan adanya keluhan masyarakat itu, maka yang menjadi fokus perhatiannya adalah persoalan ekonomi, pendidikan dan kebudayaan.

    "Alhamdulillah berkat teman- teman semua pesan saya maju bakal calon Wali Kota Tangsel sudah sampai kepada tetangga disekitar tempat tinggal saya," ujarnya.

    Yusrianto juga mengatakan bahwa penghasilan perbulan dari jual air galon isi ulang dan gas 3 kilogram ini sekitar Rp 3 sampai Rp 4 juta.

    "Optimistislah. Profesi tukang galon ini mulia karena memberikan keberkahan untuk semua umat manusia, kita bekerja dari pagi hingga sore demi pelanggan terpuaskan," tutur dia.

    Bakal calon dalam pemilihan Wali Kota Tangsel ini memiliki seorang istri dan dua orang anak dan tinggal di kampung Cicalung, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.