Pemilihan Wali Kota Tangsel, 19 Orang Mendaftar Lewat PDIP

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahapan pilkada Tangerang Selatan 2020 di situ KPUD Tangerang Sekatan. Foto:Tempo

    Tahapan pilkada Tangerang Selatan 2020 di situ KPUD Tangerang Sekatan. Foto:Tempo

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Tangerang Selatan telah menerima pengembalian formulir penjaringan bakal calon untuk pemilihan Wali Kota Tangsel dari 19 orang. Sebelumnya ada 20 orang yang mengambil formulir.

    "Tadi malam pukul 00.00 WIB pendaftaran bakal calon Wali Kota Tangsel sudah ditutup," kata Ketua Tim Panitia Penjaringan Calon Wali Kota Tangsel periode 2020-2025 PDIP Suhari Wicaksono, Rabu, 17 September 2019.

    Menurut Suhari, tahun ini DPC Tangsel sukses melakukan penjaringan bakal calon pengganti Airin Rachmi Diany itu dengan 19 orang pendaftar. "5 tahun lalu saat pendaftaran penjaringan bakal calon Walikota Tangsel dari 15 orang yang mengambil formulir hanya 7 orang yang mengembalikannya," ujarnya.

    Dari 19 pendaftar itu, kata Suhari, terdapat berbagai macam profesi. Mulai dari pedagang galon air minum isi ulang, TNI, birokrat hingga peggiat anti korupsi. "Beragam profesinya yang daftar, ada pengusaha juga, kader internal kita juga ada, dan Aparatur Sipil Negara (ASN)," ujarnya.

    Nama-nama yang mengembalikan formulir adalah Beben Nurfadilah, Tb Rahmad Sukendar, Siti Nur Azizah, Drajat Sumarsono, Heri Gagarin, Kemal Pasha, Suryadi Hendarman, Arsid, Muhamad, Tomi Patria, Suhendar, Yusrianto, Fahd Pahdepie, Benyamin Davnie, Ade Irawan, Aldrin Ramadian, Gacho Sunarso, Yardin Zulkarnaen dan Muhammad Reza.Sedangkan yang tidak mengembalikan formulir adalah Roland Utama.

    Adapun beberapa tokoh lain juga berniat bertarung dalam Pilkada Tangerang Selatan, antara lain Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, anak dari Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, dan istri mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Nur Asia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.