Pencari Suaka Kembali ke Kebon Sirih, DKI Pesankan Hal Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pencari suaka kembali menempati trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, di depan kantor UNHCR, Rabu 18 September 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Para pencari suaka kembali menempati trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, di depan kantor UNHCR, Rabu 18 September 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengimbau para pencari suaka yang kembali ke trotoar Kebon Sirih, dekat Kantor UNHCR agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban. Para pengungsi itu mulai menempati trotoar sejak Kamis pekan lalu.

    "Para pencari suaka itu pokoknya harus tertib dan rapih, jangan sampai ganggu pejalan kaki di depan gedung UNHCR," kata Irwandi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu, 18 September 2019.

    Sampai hari ini, Satpol PP Jakarta Pusat mencatat ada sekitar 35 orang pengungsi yang berada di trotoar. Jumlah tersebut telah berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya yang sempat mencapai 90 orang.

    Para pengungsi yang masih bertahan adalah mereka yang menunggu kepastian dari UNHCR terkait nasib mereka. Sebelumnya, mereka juga sempat menempati tempat penampungan di eks gedung Kodim Kalideres.

    Irwandi mengatakan ia menugaskan Satpol PP untuk tetap bertindak persuasif dalam mengawasi para pengungsi itu. Siang dan malam, petugas berjaga untuk memastikan ketertiban di lokasi. "Pencari suaka ini orang yang mencari perlindungan dan perhatian, jadi Satpol PP yang menertibkan harus persuasif jika para pencari suaka menganggu pejalan kaki," ujarnya.

    Para pencari suaka itu, kata Irwandi, harus menaati aturan yang disepakati bersama Satpol PP untuk membongkar tenda untuk tidur mereka pada pukul 06.00 WIB setiap harinya. Mereka baru dapat memasang kembali tendanya pada pukul 19.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.