Soal Wagub DKI Jakarta, PKS Bantah Ahmad Syaikhu Mundur

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu. Dok. Ahmad Syaikhu

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu. Dok. Ahmad Syaikhu

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Dani Anwar mengatakan partainya belum mengambil keputusan terhadap status Ahmad Syaikhu yang dicalonkan menjadi Wagub DKI. PKS belum memutuskan bakal tetap mempertahankan Syaikhu sebagai cawagub atau menjadi anggota DPR RI. Sebab, Syaikhu telah terpilih menjadi legislator Senayan periode 2019-2024.

    "Dia kan prajurit. Sebagaimana prajurit yang lain, dia sih siap saja sebagaimana konsekuensinya jadi cawagub atau anggota DPR RI," kata Dani saat ditemui di DPRD DKI, Senin, 16 September 2019.

    Pernyataan Dani tersebut membantah pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI sementara sekaligus Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif sebelumnya. Pada Ahad lalu Syarif sempat menyatakan bahwa dia mendengar kabar Syaikhu lebih memilih menjadi Anggota DPR RI ketimbang menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Dani menyatakan bahwa sejauh ini, partai pengusung, yakni Gerindra dan PKS belum menarik satu dari dua nama yang telah diusulkan Partai Keadilan Sejahtera untuk menjadi Wagub DKI. Keduanya adalah Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

    "Artinya sepanjang surat yang telah ditandatangani oleh PKS dan Gerindra belum ditarik, prosesnya masih terus berlanjut sampai ada penarikan," ujarnya.

    Selain itu, kata dia, Syaikhu juga belum memutuskan tetap menjadi cawagub atau memilih legislator Senayan. Keputusan Syaikhu nantinya bisa menjadi pertimbangan dewan pengurus pusat partai pengusung untuk mengeluarkan surat mengganti nama Syaikhu jika dia memilih ke DPR.

    Lebih jauh ia menuturkan jika Syaikhu nantinya memilih menjadi anggota DPR, maka surat penunjukan dia sebagai cawagub akan ditarik. Nantinya, kata dia, PKS dan Gerindra akan menentukan penggantinya.

    "Jika suratnya ditarik (Syaikhu mengundurkan diri jadi cawagub) berarti nanti ada komunikasi lagi dengan Gerindra," ujarnya.

    Proses pemilihan pengganti Wagub DKI Sandiaga Uno yang berhenti karena menjadi cawapres dari Prabowo Subianto bergulir sejak November 2018. Partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, PKS dan Partai Gerindra, mengusulkan dua calon wagub DKI, yaitu Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

    Dua nama tersebut disampaikan PKS dan Gerindra ke Gubernur Anies Baswedan, yang lantas menyerahkan ke DPRD DKI. Namun, belum sempat dilakukan pemilihan wagub DKI, masa bakti DPRD DKI periode 2014-2019 berakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.