Anggota DPRD DKI Gadaikan SK, Gerindra : Itu Urusan Pribadi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Sebanyak 106 orang anggota terpilih dari 10 partai politik dilantik sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Sebanyak 106 orang anggota terpilih dari 10 partai politik dilantik sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif menilai anggota dewan yang menggadaikan surat ketetapan (SK) ke Bank untuk mengajukan pinjaman hal yang bisa dan urusan pribadi.

    "Itu urusan pribadi, boleh saja," ujar Syarif di DPRD DKI Jakarta, Rabu 18 September 2019.

    Syarif berpendapat jika hal tersebut merupakan hal yang bisa. Menurut dia anggota dewan Fraksi Gerinda pada periode sebelumnya ada yang mengadakan SK tersebut.

    Sedangkan untuk periode sekarang Syarif mengaku belum ada. Pengajuan tersebut kata dia, juga harus berdasarkan rekomendasi dari fraksi. "Yang periode sekarang nggak ada," ujarnya.

    Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Muhammad Yuliadi sebelumnya mengatakan sejumlah legislator DKI telah menggadaikan surat keputusan penetapan mereka sebagai legislator ke bank.

    "Sudah ada yang menggadaikan ke Bank DKI," kata Yuliadi saat ditemui di DPRD DKI, Rabu, 18 September 2019.

    Yuliadi menuturkan pihak Bank DKI telah menghubunginya bahwa ada beberapa legislator yang mau menggadaikan SK. Ia pun menyerahkan keputusan menerima atau tidak gadai SK itu ke pihak bank. "

    Bank DKI nanya kalau mereka mau menerima (gadai SK) apakah tidak apa. SK memang bisa diagunkan," kata dia.

    Menurut Yuliadi, dewan yang mengagunkan SK mereka ke bank sudah ada sejak lama. Legislator periode sebelumnya pun banyak yang mengagunkan SK mereka untuk meminjam uang ke bank.

    "Pinjaman untuk berbagai kebutuhan seperti perbaiki rumah, beli mobil hingga ada yang buat syukuran," ujarnya.

    Bank DKI sendiri menyatakan telah menerima banyak permohonan pinjaman dari anggota DPRD DKI dengan persyaratan SK.

    "Sudah lebih dari 10 anggota dewan (yang mengajukan pinjaman). Yang lain sedang mengajukan permohonan," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini melalui pesan singkat, Senin, 16 September 2019.

    Bank DKI, kata Herry, memang mempunyai fasilitas pinjaman kredit. Fasilitas tersebut merupakan program kredit multiguna bagi kreditur yang gajinya masuk ke Bank DKI.

    Bank DKI bisa memberikan pinjaman uang kepada legislator Kebon Sirih karena gaji mereka dibayar lewat Bank DKI. Selain itu, pemberian kredit multiguma tersebut mencakup asuransinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.