Viral Nenek Gendong Jenazah Cucu, Wali Kota Jakut Rencanakan Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Islamiati dan Aiptu Wayan saat menjelaskan soal aksi mereka yang terekam dalam video viral. Dian berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya. TEMPO/Yusuf Manurung

    Dian Islamiati dan Aiptu Wayan saat menjelaskan soal aksi mereka yang terekam dalam video viral. Dian berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya. TEMPO/Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko berencana mengkaji ulang kebijakan peminjaman ambulan puskesmas untuk membawa jenazah. Rencana ini akan Sigit lakukan usai viralnya video nenek gendong jenazah cucu dari Puskesmas Cilincing.

    "Saya minta dan instruksikan untuk bisa kebijakan  (peminjaman ambulan) itu lebih fleksibel. Tentunya sepanjang permintaan pihak keluarga dan tingkat urgensi kepentingan," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 18 September 2019.

    Meskipun begitu, Sigit mengerti adanya kebijakan yang tak memperbolehkan jenazah diantar dengan menggunakan ambulan. Oleh sebab itu, ia mengajak kepada semua pihak untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan potensi kebijakan yang telah ada.

    “Ini akan menjadi sebuah bahan evaluasi bagi kami semua,” kata Sigit.

    Sebelumnya video seorang nenek bernama Dian Islamiyati membawa pulang sendiri jenazah cucunya viral di dunia maya. Awalnya Dian membawa jenazah cucunya tersebut menggunakan sepeda motor bersama keponakannya, Hamim Saputra.

    Sampai di tengah jalan, motor Hamim kehabisan bensin dan akhirnya mogok. Dian pun sempat berjalan kaki sekitar 100 meter sebelum dibantu seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Dian pun akhirnya dibantu oleh anggota polisi tersebut untuk membawa jenazah cucunya ke rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.