Polisi Bantu Nenek Gendong Jenazah Cucu Akan Didaftarkan Sekolah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Islamiati dan Aiptu Wayan saat menjelaskan soal aksi mereka yang terekam dalam video viral. Dian berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya. TEMPO/Yusuf Manurung

    Dian Islamiati dan Aiptu Wayan saat menjelaskan soal aksi mereka yang terekam dalam video viral. Dian berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya. TEMPO/Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono akan mendaftarkan Kepala Polsubsektor KBN Marunda Ajun Inspektur Satu Wayan Putu untuk mengikuti Seleksi Alih Golongan (SAG) dari bintara ke perwira. Pendaftaran itu diberikan sebagai penghargaan untuk Wayan yang telah membantu seorang nenek gendong jenazah cucu. Video Wayan membantu warga itu viral di media sosial.

    "Saya akan membuat suatu rekomendasi ke Mabes Polri. Mudah-mudahan yang bersangkutan bisa mengikuti tes SAG itu," ujar Gatot di kantornya saat bertemu dengan Wayan, Kamis, 19 September 2019.

    Menurut Gatot, Wayan telah menunjukkan sisi humanis anggota polisi. Menurut dia, perilaku yang ditunjukkan Wayan dapat menjadi contoh bagi anggota lain. Gatot pun berharap, pendaftaran SAG untuk Wayan tidak terlambat.

    "Saya akan lapor ke Kapolri tentang kapan dilakukan ini. Mudahan nanti akan mendapat kesempatan sekolah dengan teman-teman yang lain," ujar Gatot.

    Wayan sendiri mengaku pernah mengikuti sekolah sejenis di Sukabumi, Jawa Barat pada 2017. Namun, dia mengatakan tidak lulus karena nilai yang kurang.

    Wayan merasa senang mendapat kesempatan lagi setelah diberikan oleh Kapolda Metro Jaya. "Terima kasih Jenderal. Kita tidak menyangka seprti ini," ujarnya.

    Aksi Aiptu Wayan membantu seorang nenek bernama Dian Islamiati, 36 tahun itu terjadi pada Selasa, 17 September 2019. Saat itu, Dian Islamiati nekad berjalan kaki dengan menggendong jenazah cucunya yang baru berumur dua jam dari kawasan Pasar Bebek, Marunda ke rumahnya di Kampung Malaka, Jakarta Utara. Jarak kedua lokasi diperkirakan mencapai 2 kilometer. Dian nekad karena sepeda motor yang ditumpanginya mogok. Melihat kejadian itu, Wayan dan dua anggotanya menawarkan bantuan dengan mengantarkan nenek gendong jenazah cucu itu menggunakan mobil hingga sampai ke rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.