Dua Alasan Pemkot Jakut Bongkar Industri Arang di Cilincing

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas membongkar pabrik arang dalam penertiban di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis 19 September 2019. Pemkot setempat menutup 23 pabrik arang ilegal yang dinilai menjadi penyebab polusi udara bagi warga di sekitarnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah petugas membongkar pabrik arang dalam penertiban di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis 19 September 2019. Pemkot setempat menutup 23 pabrik arang ilegal yang dinilai menjadi penyebab polusi udara bagi warga di sekitarnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara membongkar rumah industri arang karena adanya keluhan warga sekitar. Camat Cilincing Muhammad Alwi mengatakan sebagian warga di RW 09 dan 10 Cilincing terpapar asap pembakaran setiap melewati lokasi rumah industri di Jalan Cakung Drainase, Cilincing, Jakarta Utara.

    Hal itu dirasakan khususnya saat malam ketika pembakaran arang sedang berlangsung. Alwi mengatakan ada 23 rumah industri pembakaran arang beroperasi malam hingga pagi hari selama 12 jam sejak sebulan lalu. Di sana, ada dua industri peleburan aluminium yang juga menyumbang asap.

    "Sehingga ternyata keluhan dari warga sebagian lingkungan RW 10 dan RW 09 di malam hari justru banyak asap yang mengganggu pernafasan mereka," kata Alwi di lokasi industri, Kamis, 19 September 2019.

    Menurut Alwi, aktivitas rumah industri itu melanggar dua aspek. Pertama, secara zonasi, lokasi rumah industri merupakan jalan inspeksi sehingga tak boleh mendirikan bangunan. Kedua, asap pembakaran diduga menimbulkan polusi dan mencemari udara di sekitar. Data Pemkot Jakut menunjukkan baru satu guru menderita pneumonia akut akibat terpapar asap pembakaran.

    Meski demikian, Pemkot Jakut belum mengantongi data terbaru ihwal kadar polusi yang berasal dari asap industri pembakaran arang. Pada Jumat pekan lalu Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menyatakan pihaknya bakal memasang alat pemantau kualitas udara. Dengan begitu, pemerintah bisa bertindak atau mengambil kebijakan berdasarkan data.

    Namun, Alwi melanjutkan, Pemkot Jakut baru saja memasang alat pemantau di SD Negeri Cilincing 07 Pagi hari ini. "Sebelum (data) yang terbaru kami sudah bongkar," ujarnya.

    Hari ini, Pemkot Jakut membantu membongkar satu rumah industri pembakaran arang. Seorang pekerja terlebih dulu naik ke ujung cerobong asap untuk membuka terpal. Cerobong terbuat dari bambu yang ditutupi terpal hitam. Pemilik rumah industri meminta agar pembongkaran tidak melibatkan petugas Pemkot Jakut.

    Tak lama berselang, Alwi memerintahkan petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) untuk membantu pembongkaran. Lebih dari delapan petugas PPSU kemudian melepas terpal dinding.

    Pada 2016, asap industri arang dan peleburan aluminium terindikasi membuat manusia yang terpapar sulit bernapas. Camat Cilincing kala itu dan pemilik lapak sepakat menyelesaikan masalah dengan membuat cerobong asap. Pengusaha produksi arang lalu membangun cerobong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.