Jejak Vandalisme Usai Demonstrasi Mahasiswa di Kompleks Parlemen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vandalisme berupa coretan dengan cat semprot terlihat di area demonstrasi mahasiswa di gerbang utama Kompleks DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Rabu malam, 19 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    Vandalisme berupa coretan dengan cat semprot terlihat di area demonstrasi mahasiswa di gerbang utama Kompleks DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Rabu malam, 19 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Demonstrasi mahasiswa dari berbagai universitas di depan Kompleks DPR RI di Jalan Gatot Subroto, Kamis, 19 September 2019, diduga meninggalkan jejak vandalisme. Pada beberapa dinding, gerbang utama kompleks tersebut, serta di jalan raya terlihat coretan yang dibuat menggunakan cat semprot.

    Menurut pantauan Tempo, terdapat coretan gambar alat kelamin pria di tembok gerbang utama sisi kiri Kompleks Parlemen. Di gerbang sisi yang sama, terlihat coretan bertuliskan “RIP DPR”.

    Coretan lain berada di tembok gerbang sisi kiri pintu utama kompleks tersebut yang mencaci DPR, sementara di jalanan terdapat coretan bertuliskan “Sajak seorang presiden, di saat begitu banyak yang terluka, di situ pula hatiku bertanya-tanya?”

    Vandalisme berupa coretan dengan cat semprot terlihat di area demonstrasi mahasiswa di gerbang utama Kompleks DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Rabu malam, 19 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    Aksi vandalisme itu diduga dilakukan oleh oknum pendemo. Sebelum unjuk rasa dimulai, coretan-coretan tersebut tak terlihat.

    Seorang petugas keamanan Kompleks Parlemen yang tengah membersihkan sisa-sisa demo menyatakan hal senada. “Baru itu (coretan). Sebelumnya tidak ada,” ujarnya.

    Dalam demonstrasi itu, para mahasiswa menyampaikan mosi tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Mosi itu mereka sampaikan lantaran beberapa hal, mulai dari pengesahan Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penetapan pimpinan komisi antirasuah yang dianggap bermasalah, serta pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

    Perwakilan mahasiswa bergantian berorasi di atas mobil komando. Mereka juga memasang berbagai spanduk di depan gerbang utama DPR/MPR, salah satunya bertuliskan “Gedung ini disita mahasiswa.” Para mahasiswa juga menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR sebagai wakil rakyat.

    Sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah perwakilan mahasiswa diperbolehkan masuk ke dalam Kompleks Parlemen untuk mengikuti audiensi dengan Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar. Sempat berjalan alot, audiensi selesai dan sekitar pukul 19.45 dan para perwakilan menemui rekan-rekan mereka.

    Vandalisme berupa coretan dengan cat semprot terlihat di area demonstrasi mahasiswa di gerbang utama Kompleks DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Rabu malam, 19 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    Demonstrasi mahasiswa di gedung DPR usai sekitar pukul 20.30 WIB, setelah mereka mendengarkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Manik Marganamahendra menyampaikan empat poin yang disepakati antara perwakilan dengan Sekjen DPR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.