Polisi Ringkus Enam Pelaku Tawuran di Bukit Duri, Perannya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Sektor Tebet Komisaris Alam Nur mengatakan anggotanya telah menangkap enam orang pelaku tawuran di Jalan Bukit Duri Tanjakan Dalam, Jakarta Selatan.

    Tawuran itu menyebabkan lima orang menjadi korban luka-luka.

    "Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di kantor," ujar Alam Nur saat dikonfirmasi, Jumat, 20 September 2019.

    Enam pelaku itu adalah RA yang diduga membacok korban Z dengan celurit; E, diduga pelaku penyiraman air keras terhadap korban T dan J; D, diduga penggerak massa; I, diduga pelaku penyerangan; G diduga merekam tawuran dan menerima celurit dari RA setelah membacok Z; dan K diduga sebagai pelaku penyiraman air keras dengan membawa gayung.

    "Barang bukti yang kami amankan adalah satu buah celurit yang masih ada darahnya, satu jerigen ukuran dua liter yang masih berisi seperempat air keras dan satu batu," kata Alam Nur.

    Tawuran antara warga di Jalan Bukit Duri Tanjakan Dalam, Tebet, Jakarta Selatan berlangsung pada Kamis malam, 19 September 2019 sekitar pukul 22.00. Lima orang warga menjadi korban dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

    Lima orang yang menjadi korban adalah Z, 28 tahun mengalami luka di bagian mata karena siraman air keras; O (23) luka di pelipis mata karena sabetan bambu; J (18) luka di bagian punggung sebelah kiri karena siraman air keras; E (35), luka di seluruh tubuh karena air keras; dan T (30), luka bacok di pungung.

    Alam Nur mengatakan, tawuran diduga terjadi antara warga RW 08 Bukit Duri dengan warga RW 12 Bukit Duri. Dari pemeriksaan saksi, ujar dia, tawuran dipicu saat kelompok warga RW 12 mencari seorang warga dari RW 09 berinisial A yang dicurigai sebagai cepu kepolisian.

    "Karena waktu sebelum lebaran anggota Polda melakukan penangkapan di RW 12," ujar Alam Nur.

    Alam Nur mengatakan bahwa warga RW 12 ingin balas dendam. Namun, mereka justru ribut dengan warga RW 08. Menurut dia, warga RW 12 menuding warga RW 08 menutupi terduga cepu yakni A yang merupakan warga RW 09.

    "Diduga korban tawuran merupakan salah sasaran," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.