Pengakuan 3 Pejabat Maju Calon Wali Kota Tangerang Selatan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahapan pilkada Tangerang Selatan 2020 di situ KPUD Tangerang Sekatan. Foto:Tempo

    Tahapan pilkada Tangerang Selatan 2020 di situ KPUD Tangerang Sekatan. Foto:Tempo

    TEMPO.CO, Tangetang Selatan - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany enggan berkomentar banyak soal tiga pejabat yang maju menjadi bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan periode 2020-2025.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat dihubungi mengatakan bahwa ia telah meminta izin ke pimpinannya itu untuk maju di pilkada 2020.

    "Saya sudah izin dengan ibu Airin setelah pilpres kemarin, dan beliau mengizinkan saya untu maju," katanya Jumat 20 September 2019.

    Menurut Benyamin saat meminta izin, ia lapor bahwa mempunya rencana akan maju dalam pilkada tahun 2020. Benyamin meminta izin dan restu dari pimpinannya.

    "Ibu bilang 'oh yaudah silahkan pak ben'. Dipersilahkan untuk melakukan persiapan sebagaimana mestinya. Gitu aja dengan catatan tugas kantor, tugas kedinasan tetap harus menjadi fokus perhatian," ujarnya.

    Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) kota Tangerang Selatan Muhamad mengatakan bahwa dirinya belum meminta izin lisan maupun tulisan kepada pimpinannya.

    "Belum izin, lagi pula ini masih penjaringan jadi masih panjang, nanti setelah penetapan dan terpilih oleh partai saya akan minta izin ke ibu Airin," katanya.

    Lurah Cipayung, Tomi Patria mengatakan dirinya sudah meminta izin ke atasannya untuk maju menjadi bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan yakni ke Camat Ciputat.

    "Camat Ciputat kan atasan saya langsung, nah saya sudah izin dengan pak Camat dan direstui oleh beliau, nantinya pak Camat yang lapor ke ibu Airin," demikian Tomi soal dirinya maju calon Wali Kota Tangerang Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.