Alasan DKI Gembok Pagar Depan Penampungan Pencari Suaka

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pencari suaka beraktivitas di trotoar di dekat kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah pencari suaka beraktivitas di trotoar di dekat kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri menjelaskan mengapa pagar depan gedung eks Kodim Kalideres digembok sejak kedatangan para pengungsi pencari suaka balik dari kawasan Kebon Sirih.

    "Memang dikunci, yang pertama agar bisa memantau orang yang keluar masuk, jadi nanti kita bikin register mereka (pencari suaka)," kata Taufan di Jakarta, Jumat, 20 September 2019.

    Sebab, melalui pendataan dan register, Taufan menyebut tidak ada lagi penambahan jumlah pengungsi dari luar, yang tempo hari pernah terjadi.

    Alasan kedua adalah faktor keamanan dan kenyamanan lingkungan. Dikhawatirkan para pencari suaka keluar dan masuk ke pemukiman warga serta ke ruko-ruko.

    Sejumlah pencari suaka bermain bola voli di tempat penampungan sementara di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat, 13 September 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Selain itu, anak-anak pencari suaka sering bermain di trotoar atau melintasi jalan raya, yang menyebabkan rawan terjadi kecelakaan. Apalagi lokasi pencari suaka bersebelahan dengan Sekolah Dian Harapan, dikhawatirkan berdampak dari segi kesehatan murid.

    "Karena faktor keamanan lingkungan sekitar biar lebih aman. Kan mereka enggak langsung ke ruko-ruko orangnya," katanya

    Meski pagar utama digembok, para pencari dapat keluar masuk melalui pintu belakang gedung eks Kodim selebar dua meter.

    Taufan menyebut pihaknya belum meninjau kembali lokasi gedung eks Kodim. Namun, Taufan terus berkoordinasi dengan semua pihak termasuk pihak Komisioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) di Indonesia untuk perpindahan pencari suaka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.