Tuan Rumah Formula E, DKI Siapkan Sirkuit 2 Bulan Sebelum Balap

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta akan menyiapkan jalur Formula E dua bulan sebelum ajang balap mobil listrik tersebut digelar pada 6 Juni 2020.

    PT Jakpro yang ditunjuk DKI sebagai penyelenggara, menargetkan sirkuit balap mobil listrik Formula E selesai pada bulan April. "Harus dua bulan sebelum acara, jadi bulan April," ujarnya Direktur Jakpro Dwi Wahyu di Kawasan Monas, Sabtu 20 September 2019.

    Dwi menyebutkan, DKI akan mulai mengerjakan pembangunan infrastruktur sirkuit beserta kelengkapannya pada awal tahun 2020. Jalur balap direncanakan akan dibuat di kawasan Monas Jakarta Pusat.

    Dwi mengatakan panjang track tersebut sekitar 2,3 - 3 kilometer untuk satu kali putaran lap. Kemungkinan kata dia, untuk kawasan Monas akan dipakai separuh, lebihnya memanfaatkan jalan raya.

    Dwi menyebutkan untuk desain sirkuit akan dibuat oleh pihak FIA Formula E. Jakpro menganggarkan pembangunan infrastruktur untuk Formula E mencapai Rp 300 Miliar. "Nilainya, Rp 200 miliar- Rp 300 miliar untuk infrastruktur," ujarnya.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dalam pembahasan sirkuit, DKI juga harus mempertimbangkan dampak lalu lintas untuk jalan sekitar.

    Menurut dia, akan ada penutupan jalan selama seminggu untuk jalur Formula E. Anies mengatakan akan mengumumkan jalur balap tersebut jika sudah final. "Kira-kira satu minggu, dan kita ingin dampak kepada lalu lintas nantinya sedikit-dikitnya," ujarnya

    Taufiq Siddiq


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.