Anies Ungkap Keuntungan DKI Jadi Tuan Rumah Formula E

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan dirinya optimistis gelaran balap Formula E yang akan digelar di Jakarta pada 2020 akan berdampak positif bagi ibu kota.

    "Yang harus kita perhitungkan adalah bagaimana dampaknya bagi Jakarta sendiri," kata Anies di kawasan Monas, Jumat, 20 September 2019.

    Menurut Anies, dengan menggelar Formula E, Jakarta ingin memperbaiki lingkungan hidup dengan berkampanye penggunaan kendaraan berenergi ramah lingkungan, termasuk listrik. "Sekaligus menggerakkan perekonomian di Jakarta dan menempatkan Jakarta dalam jajaran kota kelas dunia," kata dia.

    Bahkan, kata Anies, dalam perhitungan konservatif pemerintah DKI, diperkirakan nilai keekonomian yang dapat bergerak di Jakarta sekitar 78 juta Euro atau sekitar Rp 1,2 triliun. "Manfaat seperti inilah yang kita kerjakan," ujarnya.

    Direktur Kejuaraan Formula E Alberto Longo sebelumnya mengungkapkan Jakarta diperkirakan baru mendapat keuntungan dari penyelenggaraan Formula E pada tahun keempat atau kelima. Ibu kota rencananya akan menjadi tuan rumah selama lima musim.

    Menurut Anies, tak keberatan dengan persoalan itu. "Kalau kita selenggarakan sekali, maka kita tidak punya kesempatan untuk mengembangkan ini," kata dia.

    Dengan ajang ini menjadi event tahunan, Anies menilai bisa mengembangkan investasi di ibu kota. "Jadi kita melihatnya bukan seperti event organizer tapi kita melihatnya sebagai pengembangan Jakarta memanfaatkan event Formula E," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.