Sandiaga Uno Tegaskan Tak Kembali Jadi Wagub DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai melayat ke rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai melayat ke rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 11 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Sandiaga Uno memastikan tak akan kembali menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pengusaha itu berujar kursi DKI 2 sudah menjadi milik kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    "Enggak (kembali lagi jadi wagub). Sudah saya sampaikan itu merupakan jatah PKS," kata Sandiaga Uno di Jalan Haji Kelik RT/RW 04/08, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu, 21 September 2019.

    Sandiaga Uno merupakan eks Wakil Gubernur DKI Jakarta. PKS dan Partai Gerindra mengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2017.

    Akan tetapi, Sandiaga mundur dari posisinya di Ibu Kota itu pada Agustus 2018. Sebab, dia dipilih sebagai calon wakil presiden 2019-2024 mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    Nama Sandiaga untuk menjabat wakil gubernur DKI kembali mencuat usai dia kalah dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

    Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif menyebut bisa saja Sandiaga kembali menjadi Wagub DKI Jakarta. Syaratnya, Sandiaga harus masuk lagi menjadi kader Gerindra.

    Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Dani Anwar, juga tak menutup peluang Sandiaga Uno itu. Menurut Dani, tak ada yang pasti di dunia politik. Meski demikian, Dani menegaskan, posisi Wagub DKI masih menjadi hak PKS. Proses pemilihan Wagub DKI masih bergulir di DPRD DKI.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?