Pemilihan Wagub DKI, Sandiaga: Kasihan Pak Anies, Jomblo Kelamaan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendukung agar pemilihan Wagub DKI yang baru tak berlarut-larut.

    Sandiaga merasa iba dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kini memimpin seorang diri di Ibu Kota.

    "Saya mendukung supaya segera. Kasihan Pak Anies jomblonya kelamaan," kata Sandiaga usai menghadiri acara penyerahan bantuan ambulans di Jalan Haji Kelik RT/RW 04/08, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu, 21 September 2019.

    Sandiaga menilai pembahasan pemilihan wagub yang baru sudah berlangsung terlalu lama. Pasalnya, proses pemilihan wagub DKI masih bergulir hingga saat ini.

    Sandiaga mengingatkan kepada anggota DPRD DKI untuk tidak memprioritaskan kepentingan kelompok. Dia tak merinci kepentingan kelompok yang dimaksud.

    "Politisi-politisi itu jangan terlalu mengedepankan kepentingan kelompok," ujar dia.

    Partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI 2017, PKS dan Gerindra, baru mulai membahas calon pengganti Sandiaga pada November 2018. Dua nama untuk mendampingi Anies telah diusulkan ke anggota dewan.

    Suasana lengang rapat Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta membahas Rancangan Tatib Pemilihan di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    Keduanya adalah Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi yang telah terpilih menjadi anggota DPR RI, Ahmad Syaikhu. Kursi DKI 2 menjadi hak kader PKS.

    Karena itu, Sandiaga memastikan tak akan kembali memimpin Ibu Kota. "Enggak (kembali lagi jadi wagub). Sudah saya sampaikan itu merupakan jatah PKS," ucap dia.

    Bola pemilihan Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno kini ada di tangan DPRD DKI. Namun, anggota dewan tak kunjung merampungkan pembahasan wagub. Terakhir persetujuan tata tertib (tatib) pemilihan wagub mandek di rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) dewan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.