Balap Mobil di GBK, Garuda Baseball - Softball Club: Ironis

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stadion Gelora Bung Karno setelah penutupan Asian Games 2018 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Lima hari setelah closing ceremony Asian Games 2018, sejumlah lokasi masih tertutup untuk umum. TEMPO/Subekti.

    Suasana Stadion Gelora Bung Karno setelah penutupan Asian Games 2018 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Lima hari setelah closing ceremony Asian Games 2018, sejumlah lokasi masih tertutup untuk umum. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Baseball-Softball Club menyayangkan rencana balap mobil di GBK atau Gelora Bung Karno, Senayan. Balapan yang dinamai GBK Race itu merupakan rangkaian Indonesia Senayan Festival (I See Fest) 2019, 27 September hingga 6 Oktober.

    Berbagai kalangan masyarakat menolak rencana itu karena GBK dianggap sebagai ruang terbuka hijau. 

    Ketua Garuda Baseball-Softball Club Febrinaldy Darmansyah mempertanyakan kegiatan tersebut. Sebagai perkumpulan yang beraktivitas rutin setiap pekan di kawasan itu untuk pembinaan atlet, mereka sangat menyayangkan pihak pengelola mengeluarkan izin untuk menyelenggarakan balap mobil di GBK.

    "Kegiatan olahraga di GBK sudah sering terganggu dengan banyaknya event yang diselenggarakan oleh berbagai merk dagang, sekarang ditambah lagi dengan balap mobil," kata Febrinaldy dalam keterangan resminya, Senin 23 September 2019.

    Menurut dia, kegiatan itu juga tak sejalan dengan niat pemerintah untuk menekan polusi di DKI Jakarta.   

    "Ironis ketika pemerintah sedang gencar untuk mengatasi polusi di Jakarta yang mana kendaraan salah satu penyumbangnya, pengelola GBK malah menjadikan Kawasan yang harusnya berperan sebagai ruang terbuka hijau di pusat kota sebagai tempat kegiatan yang menimbulkan polusi dan berisiko,” katanya.

    Febrinaldy meminta pengelola GBK jangan berlindung di balik alasan untuk mencari uang karena statusnya sebagai Badan Layanan Umum (BLU) sehingga mengorbankan fungsi utama GBK sebagai kawasan tempat berolahraga.

    "Pengelola harus berpikir lebih kreatif dalam rangka mencari pendapatan, namun jangan melenceng dari fungsi utamanya," ujarnya. "Apalagi harus mengorbankan komunitas atau perkumpulan yang memang benar-benar membina atlet, sebagai contoh latihan harus terganggu karena GBK dijadikan event politik.”

    Sebelumnya, Seskemenpora Gatot S Dewa Broto juga buka suara soal GBK Race tersebut. Gatot juga langsung menghubungi Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno, Winarto.

    "Kemenpora sangat berharap pada PP GBK untuk sangat berhati-hati supaya masalah rencana tersebut dipertimbangkan nilai kemanfaatannya bagi publik atau sebaliknya, karena bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan publik yang tidak perlu," ujar Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

    Dalam poster yang beredar di medsos, GBK Race akan digelar pada 4 hingga 6 Oktober 2019. Rencana balap mobil itu menjadi perbincangan warganet karena telah menyalahi aturan lingkungan olahraga. Bahkan beredar sebuah video yang memperlihatkan mobil balap melaju di area GBK. Menurut pengelola, mobil itu sedang melakukan tes kecepatan, bukan sedang balapan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.