Demo di DPR, 1.230 Mahasiswa UIN Ciputat Bertolak ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 1.230 mahasiswa UIN Ciputat bersiap menuju Jakarta untuk mengikuti demo di DPR, Selasa, 24 September 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Sekitar 1.230 mahasiswa UIN Ciputat bersiap menuju Jakarta untuk mengikuti demo di DPR, Selasa, 24 September 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Ratusan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Negeri atau UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali berangkat menuju gedung DPR RI untuk bergabung dengam ribuan mahasiswa lain yang hendak melakukan demo di DPR.

    Dari pantauan Tempo, ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan sudah bersiap melakukan aksi. Mereka sudah menggunakan almamater dan ikat kepala.

    Dua bus sedang terisi penuh oleh mahasiswa UIN dari Jurusan Ekonomi terlihat melintas berangkat lebih dulu. Mereka membawa atribut bendera fakultas dan bendera Indonesia serta meneriakan yel- yel.

    Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Jakarta Mufti Arif mengatakan ada 30 organisasi di UIN Jakarta yang bergabung untuk menggugat dibatalkannya revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

    "Hari ini jumlah mahasiswa UIN Jakarta yang akan berangkat ke DPR RI sekitar 1.230 orang. Kita kesana bukan memeinta untuk ditunda tapi di batalkan," kata Mufti saat ditemui di kampus UIN Jakarta, Selasa, 24 September 2019.

    Apabila tuntutan tidak di kabulkan, kata Mufti, ia dan kawan- kawannya tidak akan pulang dan tetap bertahan di gedung DPR sampai undang-undang kontroversial itu dibatalkan. "Kalau tidak di batalkan, kami akan bertahan di sana. Kami membawa bendera- bendera dan spanduk untuk memprotes pemerintah dan DPR RI," ujarnya.

    Selain menggunakan bus, banyak mahasiswa yang menggunakan sepeda motor dengan berboncengan bersama temannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.