Demonstrasi Mahasiswa Trisakti, Sopir Bus Ancam Tak Antar Jika ..

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Universitas Trisakti saat bersiap melakukan longmarch dari Universitas Trisakti sampai gedung DPR, Selasa 24 September 2019. Tempo/Marvela

    Mahasiswa Universitas Trisakti saat bersiap melakukan longmarch dari Universitas Trisakti sampai gedung DPR, Selasa 24 September 2019. Tempo/Marvela

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 20 bus sedang sempat direncanakan disewa untuk mengangkut massa mahasiswa yang bertolak dari kampus Universitas Trisakti, Selasa 24 September 2019. Setiap bus itu mengangkut puluhan orang untuk bergabung dalam demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI.

    Libes, koordinator minibus Metromini yang disewa mahasiswa, mengungkapkan jumlah itu. Sebanyak 20 bus disebutnya terdiri dari Metromini dan Kopami dengan sewa Rp 750 ribu pulang-pergi per bus.  

    Libes sempat cemas jika nantinya mahasiswa naik ke atas bus seperti yang jamak terlihat di aksi-aksi demonstrasi. Dia tidak mau mahasiswa naik ke atas bus karena dianggap membahayakan, selain dapat merusak bus.

    "Jika terjadi apa-apa, sopir yang harus bertanggung jawab," katanya sambil menambahkan, "Kalau mereka naik ke kap, kami tidak jalan."

    Saat menyampaikan itu, baru terlihat lima bus Metromini di dekat kampus Unversitas Trisakti, Jakarta Barat. Tidak jelas sebabnya, bus-bus itu lalu beranjak pergi tanpa mengangkut para mahasiswa.

    Suasana di luar kampus Universitas Trisakti, Jakarta Barat, saat massa mahasiswanya sedang bersiap menuju DPR RI, Selasa siang 24 September 2019. Tempo/ Marvela

    Gantinya, mahasiswa menyetop dan menyewa sepuluh bus sedang Kopaja. Pada bus-bus itu, sebagian mahasiswa nekat naik ke kap bus.

    Awalnya, massa mahasiswa dari kampus ini akan melakukan aksi jalan kaki menuju DPR RI. Namun rencana itu dibatalkan. 

    Mereka akan bergabung dengan massa mahasiswa lainnya. Bersama-sama mereka demonstrasi menyuarakan tuntutannya agar reformasi tak dikorupsi. Mahasiswa menunjuk kepada pengesahan revisi atas UU KPK yang melemahkan komisi anti rasuah itu. Plus rencana pengesahan atas RUU lain yang dianggap kontroversial seperti RUU Revisi KUHP.

    MARVELA |ZW

    KOREKSI:
    Artikel ini telah diubah pada Rabu 25 September 2019, Pukul 15.31 WIB. Perubahan dilakukan berupa penggantian foto yang sesuai dan melengkapi alur cerita di dalam artikel. Terima kasih. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.