Mahasiswa Bikin Indonesia Pusaka Bergema dari Stasiun Palmerah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa mahasiswa yang bergerak mundur usai bentrok dengan polisi di depan Gerbang DPR RI, Selasa sore 24 September 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Massa mahasiswa yang bergerak mundur usai bentrok dengan polisi di depan Gerbang DPR RI, Selasa sore 24 September 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Stasiun KRL Commuter Line Palmerah, Jakarta Barat, kembali bergemuruh, Selasa malam 24 September 2019. Stasiun ini kembali dipadati massa mahasiswa yang kembali dari demonstrasi di DPR RI. 

    Para mahasiswa yang menyesaki selasar stasiun itu menyanyikan Lagu Indonesia Pusaka saat saling menyambut kehadiran masing-masing. Mereka juga saling bertepuk tangan untuk aksi yang dilakukan hari ini, membuat stasiun itu bergemuruh. 

    Tidak ketinggalan petugas di Stasiun Palmerah yang berjaga ikut larut dalam lagu nasional yang dinyanyikan para mahasiswa. Setelah melantunkan lagi Indonesia Pusaka, mereka lalu menyanyi lagu mars 'Pak Polisi-Pak Polisi' yang biasa dinyanyikan saat berunjuk rasa.

    Lagu tersebut mereka tujukan ke arah luar stasiun setelah melihat aparat memukul mundur para mahasiswa ke arah stasiun.

    Mahasiswa menjadikan stasiun tempat berkumpul sebelum pulang. Kondisi ini menyebabkan stasiun dipadati oleh mahasiswa ada yang menunggu, duduk istirahat, dan ada yang dirawat karena kelelahan di posko darurat.

    Hingga berita ini diturunkan Stasiun Palmerah masih dipadati oleh mahasiswa bercampur dengan penumpang KRL lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.