Polisi Tahan Ambulans DKI Diduga Bawa Batu, Ini Kata Wali Kota

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil Ambulans. Dok.TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi mobil Ambulans. Dok.TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijadmoko menyerahkan kasus ambulans DKI milik Puskesmas Kecamatan Pademangan Jakarta Utara yang diduga bawa batu kepada kepolisian. Diduga ambulans itu membawa batu untuk massa perusuh pasca demonstrasi pelajar di DPR.

    "Itu sudah masuk ranah kepolisian," ujar Sigit saat dihubungi, Kamis 26 September 2019.

    Sigit mengatakan sudah mendapatkan laporan terkait adanya ambulans Puskesmas Kecamatan Pademangan yang diberhentikan oleh Brimob karena diduga membawa batu.

    "Kronologisnya gimana, ke Dinas Kesehatan," ujarnya.

    Secara terpisah Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati belum bisa memberi keterangan lebih detail terkait informasi tersebut. "Ini masih koordinasi dengan Polda," ujarnya.

    Sebelumnya, TMC Polda Metro Jaya mengunggah sebuah video pasukan brimob menghentikan Ambulans berlogo DKI Pukesmas Kecamatan Pademangan saat melintas di jalan Pejompongan Jakarta Pusat.

    Dalam video tersebut anggota Brimob menyebutkan bahwa ambulans DKI itu membawa batu untuk perusuh usai demonstrasi pelajar. "Polri mengamankan 5 kendaraan ambulans Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di Pejompongan," tulis TMC Polda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.