15 Kecamatan Terancam Kekeringan, Anies Baswedan Bentuk Satgas

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siaga Kekeringan

    Siaga Kekeringan

    TEMPO.CO,Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan apel siaga satuan tugas air bersih untuk menghadapi ancaman bencana kekeringan di ibu kota. Hingga saat ini, sudah ada 15 kecamatan di DKI Jakarta yang masuk kategori awas terjadinya kekeringan.

    Anies menyatakan bahwa Satgas Air Bersih bertugas memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih pada musim kemarau kali ini.

    "Satgas ini memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta terpenuhi," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis 29 September 2019.

    Satgas tersebut merupakan pasukan gabungan dari berbagai SKPD, seperti BPDB, Pam Jaya, hingga Damkar. Jumlahnya sebanyak 1.162 petugas.

    Anies menekankan agar Satgas Air Bersih siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan. Dia menambahkan, satgas juga harus bergerak sigap saat menerima laporan dari masyarakat.

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menurut Anies, terdapat 15 kecamatan di Jakarta telah memasuki kategori awas terjadinya kekeringan. Hal tersebut dilihat dari hujan yang tak turun selama 60 hari hingga menyusutnya kesedian pasokan air.

    Ke-15 kecamatan tersebut tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan. Berikut kecamatan yang rawan terjadinya kekeringan:

    1. Jakarta Pusat: Kecamatan Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang, Jakarta Timur, Halim Perdanakusuma, Pulogadung, Cipayung.

    2. Jakarta Selatan: Tebet, Pasar Minggu, dan Setia Budi.

    3. Jakarta Utara: Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading dan Penjaringan.

    Menurut Anies, meski yang masuk kategori awas hanya 15 kecamatan tidak menutup kemungkinan wilayah yang lain juga akan terdampak.

    "Jadi pantau seluruh wilayah termasuk di media sosial, jika ada laporan segera bertindak," ujarnya.

    BMKG sebelumnya menyebutkan bulan Agustus hingga September merupakan puncak musim kemarau di Indonesia. Meskipun demikian, hujan diperkirakan baru akan turun pada November mendatang.

    Tak hanya DKI Jakarta, menurut BMKG hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan cukup tinggi karena tak turun hujan dalam 60 hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.