Cuitan Terakhir Ananda Badudu Sebelum Dijemput Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ananda Badudu. instagram.com/anaabadudund

    Ananda Badudu. instagram.com/anaabadudund

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan wartawan Tempo yang juga seorang musisi Ananda Badudu mengunggah cuitan di akun Twitternya yang menginformasikan dirinya telah dijemput oleh Polda Metro Jaya pada Jumat pagi.

    Cuitan itu di-posting sekitar dua jam dari pukul 07.27 WIB yakni "Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa".

    Selanjutnya akun Twitter Anada dengan alamat @anandabadudu kembali men-twit cuitan bertuliskan "Saya dijemput polda".

    Masih di jam yang sama Twitter Anada memposting sebuah gambar seseorang sedang memegang kertas kuning seperti laporan BAP yang ada di kepolisian.

    Kabar penjemputan Ananda tersiar ramai di sosial media maupun media arus utama. Cuitan Ananda soal penjemputan dirinya mendapat banyak komentar dan re-twiet dari pengikut sosial medianya.

    Enam jam sebelumnya, Ananda juga sempat men-twit 'stay safe dan jaga teman'.

    Pada dinding akun Twitter @anandabadudu menuliskan kalimat "massa aksi yang temannya dilarikan ke RS bisa kirim nomor hape untuk dihubungi ke email korbanaksi@gmail.com".

    Penangkapan Ananda terkait penggalangan dana yang dilakukan Ananda melalui media sosial yang disalurkan untuk demonstrasi mahasiswa pada Selasa 24 September dan Rabu 25 September 2019 di gedung DPR/MPR yang menolak RKUHP dan UU KPK hasil revisi.

    Sebelum Ananda dijemput polisi, jurnalis dan aktivis Dandhy D Laksono juga sempat ditangkap petugas Polda Metro Jaya pada Kamis malam, 26 September 2019. Namun Dandhy sudah diizinkan pulang Jumat pagi tetapi status tersangkanya tidak dicabut.

    Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengatakan aktivis Dandhy D Laksono yang sempat ditangkap Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sudah dilepas. "Meski tetap berstatus tersangka," kata Asfinawati saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

    Asfinawati mengatakan selain Dandhy, terdapat pegiat lain yang ditangkap yaitu Ananda Badudu karena penggalangan dana untuk demonstrasi mahasiswa di gedung DPR. Ananda merupakan musisi eks Banda Neira.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.