Ada Seruan Demonstrasi 30 September, Ini Kata Disdik Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pelajar terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan pertama yang ikut-ikutan berdemonstrasi ke DPR RI terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK, Rabu 25 September 2019. Sebelum demonstrasi ini, beredar poster bertajuk Pergerakan STM Se-Jabodetabek di media sosial. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    Para pelajar terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan pertama yang ikut-ikutan berdemonstrasi ke DPR RI terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK, Rabu 25 September 2019. Sebelum demonstrasi ini, beredar poster bertajuk Pergerakan STM Se-Jabodetabek di media sosial. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Depok -Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Aang Karyana mengatakan, terkait adanya seruan aksi demonstrasi #GejayanMemanggil jilid 2 yang akan berlangsung pada Senin 30 September mendatang, pihaknya akan melakukan upaya preventif guna menghalau aksi penggalangan massa dari kalangan pelajar.

    “Kemarin kita sudah rapat, untuk segera untuk dimaksimalkan satgas pelajar, sebagai upaya preventif,” kata Aang kepada Tempo, Jumat 27 September 2019.

    Selain itu, Aang mengatakan, pihaknya juga akan menghimbau kepada seluruh kepala sekolah di Depok dan Bogor untuk melakukan pengawasan terhadap para siswanya.

    “Kami juga menghimbau melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) agar para kepala sekolah ikut melakukan upaya preventif,” kata Aang.

    Aang mengatakan, apabila ada kedapatan siswa yang turut dalam aksi massa, maka pihaknya menganjurkan kepada pihak sekolah untuk memberikan surat teguran kepada anak dan orang tua untuk dilakukan pembinaan.

    “Kalau ada tindak pidana itu urusan kepolisian, tapi kita akan bantu dengan melibatkan KPAI,” kata Aang.

    Sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar, pelajar Kota Depok banyak yang ikut dan tertangkap oleh pihak kepolisian dalam aksi massa yang terjadi pada Rabu 24 September 2019 lalu banyak berasal dari Kota Depok.

    Menanggapi hal tersebut, Aang memastikan tidak ada pelajar yang tertangkap oleh kepolisian Daerah Metro Jaya.

    "Intinya data-data sementara koordinasi dengan polres tidak ada yang ketangkap oleh polres dan polda. Mudah-mudahan nggak ada lah ya,” kata Aang terkait demonstrasi oleh siswa STM di Jakarta beberapa hari lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.