Jalur Sepeda DKI Dibuat Permanen Setelah 19 November 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepeda tengah melintas di jalur sepeda dikawasan Pemuda Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Rute yang diuji coba yakni sepanjang 25 kilometer dari Jalan Medan Merdeka Selatan sampai Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Tempo/Tony Hartawan

    Pesepeda tengah melintas di jalur sepeda dikawasan Pemuda Jakarta, Jumat, 20 September 2019. Rute yang diuji coba yakni sepanjang 25 kilometer dari Jalan Medan Merdeka Selatan sampai Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan jalur sepeda di beberapa ruas Jakarta akan dibuat permanen setelah 19 November 2019 atau setelah masa sosialisasi selesai. Pembuatan jalur sepeda permanen itu akan ditandai dengan berdirinya marka pembatas jalur sepeda dengan pemotor.

    "Kalau sekarang kami masih sosialisasi kepada warga tentang UU 22 Tahun 2009 dan Perda Nomor 5 tahun 2014, bahwa untuk pengemudi kendaraan bermotor wajib memberikan prioritas kepada pejalan kaki dan pesepeda," kata Syafrin kepada Tempo, Ahad, 29 September 2019.

    Selama masa uji coba ini, Syafrin tak menampik banyaknya pengemudi kendaraan bermotor yang menerobos jalur sepeda. Untuk saat ini, pihaknya tak akan memberlakukan sanksi apapun kepada mereka.

    Menurut Syafrin, ia hanya memerintahkan adanya petugas Dishub yang patroli menggunakan sepeda setiap 3 jam untuk memberikan pengertian kepada masyarakat. "Tentu kami akan lakukan penegakan hukum ke depannya berupa tilang yang dilakukan rekan kepolisian dan derek oleh Dishub untuk pengendara yang parkir di jalur sepeda," kata dia.

    Saat ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah menambah panjang jalur sepeda di lima wilayah DKI Jakarta. Penambahan tersebut menyusul rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan membuat instruksi gubernur (Inggub) soal bersepeda ke kantor.

    "Rencana penambahan 65 kilometer di 5 wilayah sampai Desember 2019. Mudah-mudahan tahun ini sudah punya jalur sepeda permanennya di 5 wilayah," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugraha.

    Hari menjelaskan pembangunan dan penambahan jalur sepeda akan dibagi dalam tiga fase, yakni fase pertama di jalur ganjil genap dengan panjang lintasan 25 kilometer, fase 2 di Jalan Jendral Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan RS Fatmawati Raya yang memiliki memiliki panjang lintasan 23 kilometer.

    Terakhir fase ketiga yang akan dibangun di enam ruas jalan, antara lain Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat, dan Jalan Jatinegara Timur yang memiliki panjang lintasan sepanjang 15 kilometer. Total jalur sepeda yang akan dibangun di Jakarta adalah 63 kilometer.

    Anies Baswedan berencana membuat instruksi gubernur soal penggunaan sepeda ke kantor. Hal itu ia lakukan untuk mendorong penggunaan kendaraan bebas emisi itu di Jakarta. "Sekarang kami siapkan fasilitasnya dulu. Jangan kami bikin sebuah instruksi sebelum fasilitasnya siap, tapi nanti arahnya ke sana (penertiban inggub)," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.