Demo di DPR, Cerita PKL Meraup Untung Meski Kena Gas Air Mata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang kaki lima yang berada di antara massa demonstrasi pelajar di kawasan pintu gerbang belakang DPR RI, Rabu 25 September 2019. Para PKL meraup berkah dari demonstran yang menjadi korban gas air mata. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    Pedagang kaki lima yang berada di antara massa demonstrasi pelajar di kawasan pintu gerbang belakang DPR RI, Rabu 25 September 2019. Para PKL meraup berkah dari demonstran yang menjadi korban gas air mata. TEMPO/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana demo di DPR hari ini menjadi agenda yang tidak dilewatkan oleh sejumlah pedagang kaki lima. Para PKL yang berjualan makanan, minuman hingga handuk telah berkumpul di sekitar gedung DPR pagi ini.

    "Setiap ada demo saya di sini, saya di sini pokoknya dari Senin kemarin," kata Eman, seorang pedagang handuk di gedung DPR, Senin, 30 September 2019.

    Sehari-hari, Eman berdagang di Jakarta Timur dekat rumahnya. Namun jika ada demo di depan DPR, ia sudah berjualan mulai pukul 08.00 WIB.

    Eman tidak sendiri. Rekan PKL lainnya dari Tangerang dan Bogor juga ada yang sengaja datang untuk menjajakan barang dagangannya di lokasi demo.

    Dalam sehari, Eman bisa menjual 50 buah handuk berukuran kecil dengan harga Rp 15.000 perbuah. Biasanya ia menyediakan stok sampai 100 buah handuk. Ada yang ukuran kecil dan ukuran besar. Ia juga menjual masker kain dan kain tipis panjang.

    Selain Eman, pedagang lainnya yang sudah bersiap dari pagi adalah Doni. Ia berjualan tahu goreng, mangga muda, serta kacang. "Satu jenis makanan pokoknya Rp 500 ribu tiap harinya. Nah kaliin tiga dah tuh," kata dia.

    Doni mengaku setiap hari dagangannya ludes selama demo berlangsung di depan gerbang Gedung DPR RI. Pembelinya pun datang dari dua sisi, yaitu polisi yang berjaga serta pendemo yang tidak membawa makanan.

    Pedagang lainnya, Iwan yang berjualan minuman dingin mengatakan hal serupa. "Kalau pagi banyakan yang beli Brimobnya Kalau siang baru geser ke pendemo. Enak dah tuh panas-panas minum yang dingin," kata dia.

    Meski kerap terpapar gas air mata yang ditembakkan Brimob ke arah pedemo, ketiga pedagang itu tidak merasa hal tersebut menjadi masalah. "Tinggal lari aja, kan dagangannya dibawa ini. Pas tanggal 24 tuh, kena deket banget. Lumayan perih ke mata cuma ya risiko," ujar Iwan.

    Sejak pekan lalu, demonstrasi digelar beberapa kali di gedung DPR. Mulai dari mahasiswa, pelajar hingga petani. Mereka menuntut penolakan revisi KUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan. Selain itu mereka mendesak UU KPK dan UU SDA dibatalkan, disahkannya RUU PKS, dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

    Hari ini, demo di DPR dengan tuntutan serupa akan digelar. Mahasiswa, pelajar dan elemen masyarakat akan kembali turun ke jalan bertepatan dengan sidang paripurna penutupan DPR RI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.