Anies Baswedan Berpesan Mahasiswa Demo DPR Tidak Melanggar Hukum

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI, Reynaldo Alief Devin, saat dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Rabu 25 September 2019. Reynaldo sempat disebutkan kritis pasca demonstrasi di depan gedung DPR RI, Selasa 24 September 2019. Foto/Instagram/reynaldoad_

    Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI, Reynaldo Alief Devin, saat dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Rabu 25 September 2019. Reynaldo sempat disebutkan kritis pasca demonstrasi di depan gedung DPR RI, Selasa 24 September 2019. Foto/Instagram/reynaldoad_

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau mahasiswa demo yang hari ini beraksi di depan Gedung DPR untuk menyampaikan aspirasi dengan damai dan tidak melanggar hukum.

    "Sampaikan dengan damai. Dan hindari tindakan yang melanggar hukum, baik lisan atau tulisan," ujar Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 30 September 2019.

    Anies mengingatkan masa juga tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas-fasilitas publik. Dia meminta agar tuntutan tersebut sampaikan dengan baik, agar nantinya juga didengar dengan baik.

    Mantan Mendikbud itu juga mengimbau agar aparat penegak hukum yang bertugas mengamankan demonstrasi untuk mengikuti standar prosedur berlaku. "Saya minta kepada aparat bertugas di lapangan agar sesuai SOP," ujar Anies.

    Hari ini sejumlah kelompok massa dari kelompok masyarakat sipil hingga mahasiswa akan kembali berunjuk rasa ke Gedung DPR. Masa menuntut penolakan RUU KUHP dan sejumlah RUU kontroversial lain. Akun Instagram KontraS telah mengunggah ajakan aksi yang bakal digelar di Gedung DPR hari ini.

    Unggahan itu memperlihatkan foto Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi dan Presiden ke-2 RI Soeharto dengan tagar #ReformasiDikorupsi. Ada juga tulisan Waspada Kebangkitan Orba bertinta merah.

    "Silakan diperhatikan, baca sampai akhir. Sampai jumpa di jalanan!" seperti tertulis dalam unggahan itu yang terkait ke aksi demo 30 September, termasuk mahasiswa demo, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.