Alasan Mahasiswa Trisakti Tak Ikut Demonstrasi di DPR Hari Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Universitas Trisakti saat bersiap melakukan longmarch dari Universitas Trisakti sampai gedung DPR, Selasa 24 September 2019. Tempo/Marvela

    Mahasiswa Universitas Trisakti saat bersiap melakukan longmarch dari Universitas Trisakti sampai gedung DPR, Selasa 24 September 2019. Tempo/Marvela

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Universitas Trisakti memutuskan untuk tak turun ke jalan dalam demonstrasi di DPR hari ini, Selasa 1 Oktober 2019. Demo mahasiswa hari ini digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). 

    Ketidakhadiran mahasiswa Trisakti itu disampaikan oleh Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti Dheatantra Dimas. “Hari ini Trisakti tidak turun aksi,” kata dia lewat pesan pendek, Selasa siang.

    Dimas menjelaskan, terdapat dua substansi yang dikejar oleh mahasiswa Trisakti dalam berdemonstrasi. Pertama adalah penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang yang bermasalah. Dimas mengatakan hal tersebut telah dikabulkan dan RUU yang dianggap bermasalah itu tak disahkan dalam periode ini. “Akan dibahas pada periode DPR 2019-2024,” tutur dia.

    Substansi kedua adalah penolakan Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi dan mendorong Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Dimas beranggapan perlu ada dialog antara mahasiswa dengan Jokowi terkait hal tersebut.

    Ia menyebut kalau dalam waktu dekat mahasiswa berencana untuk bertemu dengan Jokowi untuk membahas Perpu KPK agar segera diterbitkan. Dimas mengatakan kedua substansi tersebut menjadi alasan mahasiswa Trisakti tak ikut andil dalam aksi hari ini. “Kami sedang mendalami hal tersebut,” tutur Dimas.

    Menurut pantauan Tempo di Universitas Trisakti, mahasiswa berkegiatan seperti biasanya. Sejumlah mahasiswa yang Tempo tanyai pun mengatakan tak ada instruksi untuk mengikuti unjuk rasa yang digelar hari ini.

    Terkait demonstrasi mahasiswa hari ini, Koordinator Lapangan BEM SI Muhammad Abdul Basit mengatakan ada 25 BEM yang sudah menyatakan kehadirannya. “Itu yang sudah berkabar,” kata Basit lewat pesan pendek, Selasa pagi.

    Basit merincikan, 25 BEM itu berasal dari berbagai universitas, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Padjadjaran, Universitas Trilogi, Universitas YARSI, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, dan masih banyak lagi.

    Menurut Basit, aksi yang dinamakan Tuntaskan Reformasi itu membawa empat tuntutan. Tuntutan pertamanya adalah merestorasi upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

    Tuntutan kedua yaitu merestorasi demokrasi, hak rakyat untuk berpendapat, penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia, dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

    Tuntutan ketiga yang akan disampaikan dalam demonstrasi di DPR hari ini adalah merestorasi pelaksanaan reforma agraria dan perlindungan sumber daya alam serta tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif. Terakhir, BEM SI menuntut restorasi kesatuan bangsa dengan penghapusan diskriminasi antar etnis, penghapusan kesenjangan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.